Bank Indonesia Khawatirkan Utang Swasta

Bank Indonesia BI mengkhawatirkan utang luar negeri swasta yang makin meningkat Terlebih tidak adanya perlindungan nilai hedging pada sebagian utang tersebut Hal itu dibahas khusus dalam rapat dewan gubernur RDG BI pada Selasa 84
Image title
Oleh
10 April 2014, 00:00
3374.jpg
Arief Kamaludin|KATADATA
KATADATA | Bernard Chaniago

KATADATA ? Bank Indonesia (BI) mengkhawatirkan utang luar negeri swasta yang makin meningkat. Terlebih tidak adanya perlindungan nilai (hedging) pada sebagian utang tersebut. Hal itu dibahas khusus dalam rapat dewan gubernur (RDG) BI pada Selasa (8/4) lalu.

Berdasarkan data BI, per Januari utang luar negeri swasta mencapai US$ 141,4 miliar, naik 12,2 persen dari periode sama tahun lalu. Besaran utang tersebut lebih tinggi dari utang luar negeri pemerintah dan bank sentral sebesar US$ 127,9 miliar, tumbuh 1,9 persen secara tahunan.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara mengatakan kondisi utang luar negeri menjadi perhatian BI meski sebanyak 71,7 persen utang swasta berbentuk utang jangka panjang. ?Kami tetap concernke hal itu karena sebagian masih belum di-hedge (dilindungi), terutama pada perusahaan yang penghasilannya dalam rupiah,? kata dia seperti dikutip Bisnis Indonesia, Kamis (10/4).

Pada saat yang sama, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal I-2014 hanya 5,77 persen yang didorong oleh perbaikan ekspor dan sedikit laju konsumsi rumah tangga seiring pemilu. Pencapaian pertumbuhan lebih lambat dari capaian periode yang sama tahun lalu sebesar 6,02 persen.

Advertisement
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait