Pasar Finansial RI Paling Bergairah se-Asia

Pasar finansial Indonesia sejak awal tahun merupakan yang paling bergairah di Asia Pasifik Ini terlihat dari kenaikan indeks harga saham gabungan IHSG dan nilai tukar rupiah tertinggi dibandingkan negaranegara lainIHSG tercatat su
Image title
Oleh
7 April 2014, 00:00
katadata
Arief Kamaludin|KATADATA
KATADATA | Arief Kamaludin

KATADATA ? Pasar finansial Indonesia sejak awal tahun merupakan yang paling bergairah di Asia Pasifik. Ini terlihat dari kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah tertinggi dibandingkan negara-negara lain.

IHSG tercatat sudah menguat hingga 15 persen sejak awal 2014. Sekaligus mencatatkan pertumbuhan yang paling tinggi di Asia Pasifik. Demikian pula dengan kurs rupiah yang naik sebesar 7,8 persen sejak awal tahun. Sepanjang tahun lalu, IHSG tercatat turun 0,98 persen, sedangkan rupiah merosot hingga 20 persen.

Direktur PT Danareksa Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan IHSG diperkirakan terus melesat hingga pemilihan umum (pemilu) legislatif dan presiden usai. Menurutnya menjelang pemilu 9 April nanti, indeks akan menguat, tapi kemudian akan sedikit menurun.

?Begitu Jokowi (Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo) ketahuan pasangannya siapa, akan naik lagi. Nanti begitu siapa pemenangnya akan naik lagi. Setelah itu turun sedikit melihat programnya apa,? kata dia seusai acara diskusi ?Menyongsong Peta Baru Kebijakan Ekonomi Indonesia? di Jakarta, Senin (7/4).

Advertisement

IHSG pada perdagangan Senin (4/4) ditutup menguat 63,1 poin atau 1,3 persen ke posisi 4.921,04 poin. Ini merupakan posisi tertinggi IHSG sejak 7 Juni 2013. Tahun lalu, IHSG sempat mencapai level tertinggi 5.214,98 pada 20 Mei 2013.

?IHSG bisa naik di atas 5.000 kalau itu yang terjadi,? kata Purbaya. ?Sebulan setelah itu dilihat sama pasar, Jokowi programnya apa? Kira-kira ke depan pertumbuhan ekonomi akan direm terus nggak? Kalau direm terus susah akan naik.?

Menurut Purbaya, pasar saat ini tengah menunggu program ekonomi yang akan disiapkan Jokowi. Persoalannya, di mata investor popularitas tidak bisa menunjang pertumbuhan ekonomi. ?Tapi yang bisa menciptakan ekonomi adalah perusahaan yang beroperasi di Indonesia. Jadi euforia kalau kebijakannya jatuh ya akan jatuh lagi setelah beberapa minggu,? tuturnya.

Dia berharap, presiden mendatang menempatkan orang-orang yang benar-benar memahami ekonomi, terutama dari kalangan teknokrat. ?Karena biasanya pasti ada orang tidak bisa melepaskan dari kepentingan partai.? ujarnya.

 

Reporter: Rikawati
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait