BCA Bagikan Dividen Rp 2,9 Triliun

PT Bank Central Asia Tbk membagikan dividen senilai Rp 29 triliun atau setara 207 persen dari total laba bersih perseroan sepanjang 2013 Secara persentase jumlah dividen kali ini lebih rendah dari sebelumnya yang mencapai 239 persen
Image title
Oleh
7 April 2014, 00:00
3350.jpg
Arief Kamaludin|KATADATA
KATADATA | Agung Samosir

KATADATA ? PT Bank Central Asia Tbk membagikan dividen senilai Rp 2,9 triliun atau setara 20,7 persen dari total laba bersih perseroan sepanjang 2013. Secara persentase, jumlah dividen kali ini lebih rendah dari sebelumnya yang mencapai 23,9 persen.

?Itu kira-kira  20,7 persen dari laba bersih, jadi total Rp 2,9 triliun,? kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja, usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Jakarta, Senin (7/4).

Dia menjelaskan setiap pemegang saham akan memperoleh dividen senilai Rp 120 per lembar saham. Adapun BCA sudah membayarkan dividen kepada pemegang saham senilai Rp 1,1 triliun. ?Janji kita ke investor absolut bisa lebih tapi persentase bisa disekitar 20 persen,? tutur dia.

Selain membahas dividen, RUPS BCA juga membahas pengunduran diri Renaldo Hector Barros dari posisi direksi. Pengunduran diri akan efekti berlaku mulai 1 Juni 2014. Posisi Renaldo akan digantikan oleh Rudy Susanto setelah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Advertisement

Jahja menambahkan, perseroan akan fokus mengembangkan anak usaha ketimbang mencari proyek lain. ?Unorganik sementara nggak. Tahun ini akan usaha untuk asuransi jiwa dan ini kedepan akan butuh capital dari pada unorganik yang nggak jelas, organik kita kembangkan,? kata dia.

Beberapa anak usaha BCA, yakni BCA Syariah, BCA Finance, Central Sejahtera Insurance, CS Finance, BCA Finance Limited, dan BCA Sekuritas. Dari total keuntungan BCA sebesar Rp 14 triliun, lanjut dia, sebesar Rp 1 triliun diperoleh dari BCA Finance.

Sementara untuk tahun ini, Jahja mengatakan akan mengurangi pertumbuhan kredit menjadi hanya 15 persen. Hal ini dilakukan agar sejalan dengan kebijakan pemerintah, seperti konsumen KPR. ? KPR dulu 100 persen sekarang 60 persen, kalau nggak dibatasi bisa sampai 20 persen pertumbuhannya. Kan kalau  LTV (Loan to Value) naik harus diredam kalau nggak harga properti naik,? tutup dia.

Reporter: Desy Setyowati
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait