Kenaikan Saham Bank Tertinggi Sejak Jokowi Nyapres

Sahamsaham emiten perbankan mencatatkan kenaikan tertinggi dalam dua pekan terakhir setelah pengumuman Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sebagai calon presiden pada 14 Maret laluPada perdagangan Selasa 14 ratarata harga saham empat ba
Image title
Oleh
1 April 2014, 00:00
Bursa saham
Arief Kamaludin|KATADATA
KATADATA | Arief Kamaludin

KATADATA ? Saham-saham emiten perbankan mencatatkan kenaikan tertinggi dalam dua pekan terakhir setelah pengumuman Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sebagai calon presiden pada 14 Maret lalu.

Pada perdagangan Selasa (1/4), rata-rata harga saham empat bank terbesar di Indonesia tersebut naik 3-5 persen, terutama disebabkan data makro ekonomi yang membaik.

PT Bank Mandiri Tbk, misalnya, mencatatkan kenaikan sebesar 5,3 persen di level Rp 9.950 per saham. Ini merupakan kenaikan harga saham tertinggi bank Mandiri sejak 14 Maret lalu yang mencatatkan kenaikan sebesar 9,1 persen.

Kenaikan serupa juga terjadi pada saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Bank Central Asia Tbk (BCA), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI). Ketiga bank tersebut masing-masing tercatat mengalami kenaikan sebesar 4,4 persen, 3,3 persen, dan 3,8 persen.

Advertisement

Raymond Budiman, analis Panin Sekuritas, mengatakan kenaikan harga saham-saham emiten perbankan disebabkan data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan. ?Ini menunjukkan ekspektasi ekonomi Indonesia yang optimistis ke depan,? kata dia saat dihubungi Katadata di Jakarta, Selasa (1/4).

Badan Pusat Statistik dalam pengumumannya menyebutkan inflasi Februari sebesar 0,08 persen. Realisasi tersebut lebih rendah dari perkiraan Bank Indonesia yang memprediksi inflasi akan berada di level 0,1 persen. ?Inflasi yang rendah ini berarti suku bunga tidak perlu dinaikkan,? tutur Raymond. (Baca: BI: Inflasi Maret Turun, Menjadi 0,1 Persen)

Kenaikan harga saham perbankan, lanjut dia, sekaligus mengantisipasi pemilu 9 April nanti. Jika pemilu lancar dan hasilnya sesuai harapan maka saham-saham akan kembali terkerek. ?Sinyalnya ketika indeks naik pada 14 Maret lalu, Jokowi didukung pasar,? ujarnya. ?Tapi kenaikan hari ini, terutama disebabkan data makro ekonomi yang membaik.?

Reporter: Aria W. Yudhistira
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait