Saham Konstruksi dan Semen Terpengaruh Jokowi

Image title
Oleh
18 Maret 2014, 00:00
3100.jpg
KATADATA | Donang Wahyu
KATADATA | Agung Samosir

KATADATA ? Kinerja saham emiten-emiten di sektor konstruksi dan bahan bangunan mencapai level tertinggi sejak awal 2014. Pencalonan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi dinilai menjadi pencetus sentimen kenaikan harga saham emiten-emiten tersebut.  

Kinerja empat emiten semen misalnya, setelah pengumuman Jokowi sebagai calon presiden pada Jumat pekan lalu, harga saham-sahamnya meningkat antara 9,3-16,2 persen. Adapun turunnya harga saham emiten-emiten ini pada perdagangan Selasa (18/3) tidak menghilangkan keuntungan yang telah diperoleh investor.  

Harga saham PT Semen Indonesia Tbk misalnya, sempat mencapai Rp 16.500 per saham pada Senin (17/3), naik 9,3 persen dibandingkan sehari sebelum Jokowi diumumkan.  Sejak awal tahun, rata-rata harga saham emiten berkode SMGR ini sebesar Rp 14.864 per saham.  

Kondisi serupa juga terjadi pada saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk yang membukukan harga Rp 24.500 per saham atau naik 10,4 persen pada Senin (17/3). Ini merupakan rekor tertinggi sejak awal tahun, di mana harga rata-ratanya senilai Rp 21.806 per saham.  

Sementara dua emiten lainnya, yakni PT Holcim Indonesia Tbk dan PT Semen Baturaja Tbk, masing-masing tercatat mengalami kenaikan 7,3 persen dan 16,2 persen pada Senin (17/3) dibandingkan sehari sebelum pengumuman pencalonan Jokowi.  

Pada perdagangan Selasa (18/3), harga saham keempat emiten ini tercatat mengalami penurunan. Semen Indonesia turun 2,6 persen, Indocement turun 2 persen, Holcim turun 1 persen, dan Semen Baturaja turun 4 persen. Meski begitu penurunan tersebut tidak menghilangkan keuntungan yang diperoleh sejak akhir pekan lalu.  

Kinerja yang sama juga terjadi pada emiten di sektor konstruksi. Tiga emiten BUMN di sektor ini tercatat mengalami harganya naik 8,4-9,6 persen.  PT Adhi Karya Tbk, misalnya, begitu pengumuman Jokowi harganya melejit 8,4 persen ke posisi Rp 3.050 per saham. Kemudian PT Wijaya Karya Tbk dan PT Pembangunan Perumahan Tbk masing-masing naik 9,2 persen dan 9,6 persen menjadi Rp 2.490 dan Rp 1.825 per saham.  

Naiknya kinerja saham emiten di dua sektor ini didorong optimisme investor yang menilai Jokowi bakal mendorong pembangunan infrastruktur pada periode pemerintahannya. Program-programnya diyakini akan memunculkan banyak proyek sehingga meningkatkan permintaan produk bahan bangunan.  

Hal ini berdasarkan pengalamannya sebagai Gubernur ibukota yang fokus mengerjakan proyek-proyek infrastruktur. Sebut saja proyek Mass Rapid Transit (MRT) dan monorel yang kembali berjalan pada periode pemerintahannya.  

Menurut Kepala Ekonom PT Bank Danamon Tbk Anton Gunawan, investor memang bergairah dengan pencalonan mantan Walikota Solo tersebut. Salah satu yang diyakini adalah fokus kerjanya yang mengutamakan pembangunan infrastruktur. ?Dengan leadership yang baru diharapkan akan bisa membuat optimistis dengan implementasi program yang penting untuk dilakukan,? kata dia di Jakarta, Selasa (18/3).

Sebelumnya kinerja emiten semen dibayangi perlambatan akibat turunnya permintaan pada awal tahun. Sejumlah faktor yang turut mempengaruhi permintaan tersebut antara lain, tingginya curah hujan yang di beberapa daerah menyebabkan banjir. Hal ini membuat aktivitas pembangunan terhenti sehingga permintaan semen berkurang. Kemudian bencana meletusnya Gunung Kelud pada pertengahan Februari lalu, meningkatnya pasokan semen impor, serta pemilihan umum. (Baca: Semen Indonesia Dibayangi Kinerja yang Melambat)

katadata

Advertisement
Reporter: Desy Setyowati, Aria W. Yudhistira
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait