Komitmen Eksplorasi Ophir Energy di Era Harga Minyak Rendah

Optimisme Ophir Energy tak lepas dari kemampuan perusahaan menciptakan nilai tambah dari proses pencarian migas hingga memonetisasi aset.
Image title
Oleh - Tim Publikasi Katadata
17 Januari 2017, 00:00

Kegiatan eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi (migas) merupakan bisnis yang mahal dan berisiko tinggi. Seiring anjloknya harga minyak dunia sejak pertengahan 2014, bahkan sempat menyentuh level di bawah US$ 30 per barel, tantangan yang dihadapi industri migas kian besar.

Di tengah situasi sulit tersebut, Ophir Energy plc. sebagai pelaku industri migas global tetap aktif mencari cadangan migas baru. Sampai saat ini, company market value  diperkirakan mencapai US$ 850 juta.

Optimisme Ophir Energy tak lepas dari kemampuan perusahaan menciptakan nilai tambah dari proses pencarian migas hingga memonetisasi aset.

Salah satu indikator keberhasilan tersebut adalah penjualan 20 persen kepemilikan Ophir Energy di blok migas 1, 3, 4 di Tanzania ke Pavilion Energy. Aksi korporasi yang terdaftar di Bursa Efek London dengan kode OPHR ini menghasilkan return on investment (ROI) alias laba atas investasi hingga 4,5 kali.

Hingga kini, operasi hulu Ophir Energy sudah merambah sejumlah negara. Di Myanmar, Malaysia, Tanzania, Gabon, dan Pantai Gading, misalnya, tengah masuk tahap eksplorasi. Sementara di Thailand sudah memproduksi minyak sebesar 8.000-9.000 barel per hari (bopd). Selain itu ada proyek Floating Liquefied Natural Gas (FLNG) Fortuna di Equatorial Guinea.

Di Indonesia, Ophir Energy sebagai salah satu kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yang berada di bawah pengawasan SKK Migas, memproduksi gas di Wilayah Kerja (WK) Bangkanai di Kalimantan Tengah. Saat ini, sekitar 5 juta kaki kubik gas per hari, hasil pengolahan fasilitas gas Kerendan Gas Processing Facilities (KGPF) telah dialirkan ke Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Bangkanai berkapasitas 155 megawatt (MW). Produksi gas diproyeksikan mencapai 20 juta kaki kubik per hari jika transmisi PLN ke Tanjung, Kalimantan Selatan, telah siap. Adapun produksi kondensat diperkirakan mencapai 600 barel per hari.

Blok Bangkanai sendiri merupakan bagian dari proyek Greater Bangkanai yang mencakup dua proyek lainnya yakni Blok North East Bangkanai dan Blok West Bangkanai. Kedua blok tersebut berada dalam tahap eksplorasi. 

Selain itu, Ophir Energy juga mengoperasikan Blok SE Sangatta dan Blok Bontang. Sedangkan di Blok North Ganal, perusahaan mempunyai kepemilikan 18,5 persen. Adapun proyek lain yang tengah digarap ialah Aru dan West Papua IV. Proyek deepwater dengan kedalaman 1.000-2.500 meter ini sedang dalam tahap eksplorasi dan telah menyelesaikan survei seismik tiga dimensi seluas lebih dari 4000 km2.

Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.