7 Perusahaan Terancam Blacklist

Bila dimasukan ke dalam daftar blacklist pelaku tidak akan bisa mengajukan izin pengelolaan lahan meskipun telah membentuk perusahaan baru
Image title
Oleh
21 September 2015, 20:05

KATADATA ? Pemerintah akan menindak tegas para pelaku pembakaran hutan yang selama ini kerap lepas tangan. Sebabnya, kebakaran hutan yang meluas ini, menimbulkan bencana asap yang berdampak serius terhadap masyarakat. Selain menghambat kegiatan, asap juga menyebabkan ribuan orang terserang penyakit pernafasan.

Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Badrodin Haiti berjanji mengusut tuntas kasus bencana asap tersebut. Sebagai buktinya, polisi telah menetapkan 140 tersangka pembakaran hutan. Tujuh di antaranya korporasi. 

Sejumlah pejabatnya pun diamankan untuk dimintai keterangan oleh Kapolri. Rincianya adalah tersangka berinisial FK dari PT Langgam Inti Hibrido (LIH), S dari PT Globalindo Alam Perkasa (GAP),  WD dari PT Antang Sawit Perkasa (ASP), JLT dari PT Bumi Mekar Hijau (BMH), P dari PT Russelindo Putra Prima (RPP) dan S dari PT RPS.

Bila terbukti melanggar, selain dikenai sanksi administratif, tersangka akan dimasukkan dalam daftar blacklist. Tujuanya, untuk mencegah tersangka mendapatkan izin pengelolaan lahan dengan membentuk perusahaan baru.

Badrodin menjelaskan dari pengalaman sebelumnya, vonis sanksi bagi korporasi berupa percobaan 1 tahun terbilang ringan. ?Kalau di-blacklist, artinya kalau dia mengajukan izin di bidang yang sama jangan dikasih,? ujarnya pada Rabu (16/9).

Reporter: Leafy Anjangi
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.