Ekonomi 2015, Masih Tetap Tumbuh

IMF memprediksi ekonomi global hanya akan tumbuh tipis hingga tahun 2016
Image title
Oleh
27 Januari 2015, 17:05

KATADATA ? Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas proyeksi laju pertumbuhan ekonomi dunia tahun ini menjadi 3,5%. Hingga tahun depan pertumbuhan tidak akan drastis. Perlambatan ekonomi disebabkan tren anjloknya harga minyak dunia. Selain itu, pelemahan euro dan yen juga turut menjadi penyebab.

Beberapa negara dengan ekonomi kuat seperti Cina, Jepang, Malaysia dan Rusia malah diprediksikan tumbuh lebih rendah dibanding tahun 2014.

Cina mencapai rekor pertumbuhan terendah selama 24 tahun terakhir. Pertumbuhan 7,4% yang dicapai selama tahun 2014 bahkan lebih rendah dibanding proyeksi yang dikeluarkan pemerintah yaitu 7,5%. Pertumbuhan rendah disebabkan oleh merosotnya nilai properti ditambah dengan beban hutang tinggi yang dialami oleh pemerintah.

Sebagai salah satu ekportir minyak terbesar, Rusia akan memasuki masa resesi tahun ini. Selain pendapatan terpangkas drastis akibat harga minyak yang masih rendah, Rusia juga terkena sanksi internasional terkait Ukraina.

Negara berkembang di ASEAN diproyeksikan akan tumbuh lebih tinggi dibanding 2014. Harga minyak rendah meringankan tekanan inflasi dan faktor eksternal. Hal ini membuat bank sentral menunda kenaikan bunga bank. Sehingga mencipatakan pertumbuhan ekonomi yang disumbang dari peningkatan belanja masyarakat.

Reporter: Leafy Anjangi
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.