Tiga Opsi Jokowi Soal Harga BBM

Pemerintah baru JokowiJusuf Kalla akan menaikkan harga BBM guna mengurangi beban subsidi minyak yang kian memberatkan anggaran negara
Image title
Oleh
3 September 2014, 19:53

KATADATA ? Pemerintah baru Jokowi-Jusuf Kalla akan menaikkan harga BBM guna mengurangi beban subsidi minyak yang kian memberatkan anggaran negara. Sejauh ini, tim transisi telah mengajukan tiga opsi kenaikan, yakni Rp 500, Rp 1.000 dan Rp 3000 per liter. Sedangkan, Badan Pengatur Hilir Migas mengajukan usulan kenaikan harga Rp 3.500 per liter.    

Dengan sejumlah opsi kenaikan tersebut, pemerintah memiliki sejumlah alternatif besaran subsidi BBM yang akan dihemat untuk mendanai program kompensasi yang akan digunakan untuk melindungi warga miskin.

Menurut perhitungan Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan, jika pemerintah menaikkan harga Rp 500 per liter, maka pemerintah akan menghemat subsidi energi sekitar Rp 20 triliun. Angka ini setara dengan 6 persen anggaran subsidi energi pada RAPBN 2015 sebesar Rp 363,5 triliun. Sedangkan, jika dinaikkan Rp 3.500, pemerintah akan menghemat 39 persen anggaran subsidi atau Rp 140 triliun.

Jokowi menekankan pengalihan subsidi BBM perlu dilakukan untuk memperbaiki perekonomian nasional, sekaligus meningkatkan kesejahteraan rakyat. Rencananya, untuk memperbaiki kesejahteraan rakyat, dana subsidi akan disalurkan dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai (BLT), beras untuk warga miskin (Raskin), program Kartu Indonesia Sehat, program Kartu Indonesia Pintar, benih dan pestisida untuk petani serta solar untuk nelayan. 

Reporter: Muhammad Kahfi
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.