Prabowo vs Jokowi: Freeport, Nasionalisasi atau Renegosiasi

Bagaimana agenda pasangan calon presiden dan wakil presiden terhadap kontrak karya tambang Freeport apakah akan dinasionalisasi atau renegosiasi
Image title
Oleh
4 Juni 2014, 07:43

KATADATA - Salah satu agenda yang diusung pasangan calon presiden dan wakil presiden 2014-2019, Prabowo-Hatta Rajasa dan Jokowi-Jusuf Kalla adalah soal kontrak karya pertambangan yang dianggap lebih menguntungkan pihak asing ketimbang pihak nasional. 

Freeport adalah salah satu dari puluhan perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia berdasarkan perjanjian Kontrak Karya pertambangan. Freeport yang beroperasi di Papua merupakan salah satu perusahaan tambang terkemuka di dunia. 

Tambang Grasberg di Timika, Papua merupakan salah satu wilayah pertambangan yang dikontrol oleh Freeport McMoran melalui anak usahanya, PT Freeport Indonesia. Bagi Freeport, tambang ini memiliki cadangan emas terbesar dan cadangan tembaga terbesar ketiga di dunia. Tambang tersebut memiliki cadangan emas sebesar 29.8 juta ons emas atau sekitar 95% dari total seluruh cadangan emas yang dimiliki Freeport.

Capres Prabowo semula kerap dikabarkan memiliki agenda nasionalisasi perusahaan tambang. Namun, belakangan mengubah menjadi renegosiasi kontrak-kontrak tambang agar lebih menguntungkan bagi Indonesia. Sedangkan, Jokowi juga memiliki agenda serupa merenegosiasi kontrak-kontrak pertambangan agar lebih menguntungkan bagi rakyat di daerah lokasi pertambangan. 

(Agenda kedua capres soal kontrak tambang akan dimuat di infografik berikutnya). 

Reporter: Heri Susanto, Muhammad Kahfi
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.