Replikasi Inovasi: Meraup Keuntungan Dari Wisata Air Kampung Ratu

Dampak positif yang turut dirasakan Desa Bayem dari kehadiran wisata Kampung Ratu ialah bertambahnya opsi mata pencaharian warga.
Image title
Oleh
6 Desember 2019, 10:51
Desa Kampung Ratu
Katadata

Sedikitnya 70 hektare lahan persawahan dan 600 hektare kawasan hutan di Desa Bayem terairi oleh aliran irigasi Bendungan Sumberdandang. Desa yang terletak di Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, Jawa Timur ini termasuk dalam jalur saluran irigasi yang mengalir dari Blitar ke Malang lalu Kediri, dan berakhir di Jombang.

Aliran irigasi yang ada di area Desa Bayem tidak hanya dimanfaatkan untuk pengairan sawah. Warga setempat berinisiatif membangun atraksi wisata yang mencakup aktivitas rafting dan tubing. Berkat debit aliran air sungai yang bisa diatur maka wisata air yang bernama Kampung Ratu aman aman untuk masyarakat.

Kepala Desa Bayem Khoirul Anam ketika diwawancarai pada September lalu, mengungkapkan, ide menjadikan Bayem sebagai desa wisata bermula pada 2017. Kala itu sedang dilakukan upaya penguatan peran BUMDes Artha Utama Mandiri. Pada awalnya, wisata Kampung Ratu hanya menjalankan aktivitas rafting. Rekreasi tubing menyusul kemudian setelah mereplikasi inovasi dari salah satu desa di Kecamatan Poncokusumo, Malang. Perantaranya melalui Bursa Inovasi Desa 2018.

Pendirian Kampung Ratu sempat mendapatkan beberapa pendanaan, salah satunya dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) sebesar Rp 50 juta untuk modal. Dan pada 2018, Pemerintah Kabupaten Malang menyalurkan Rp 75 juta untuk pengoperasian BUMDes Artha Utama Mandiri. Sedangkan pada 2019, dialokasikan Rp 100 juta dari Dana Desa.

Bagaimana awal mula Desa Bayem memiliki wisata air yang menghasilkan ini? Saksikan video visualisasi data dan informasi dari desa-desa yang melakukan replikasi dan inovasi, berikut ini.

Editor: Arsip

Video Pilihan

Artikel Terkait