Lima Strategi Kemenparekraf Pulihkan Ekonomi Sektor Wisata

Kemenparekraf sebut kebijakan bebas karantina kepada warga asing dan tes covid untuk perjalanan domestik turut membantu meningkatkan kunjungan wisatawan
Image title
16 Maret 2022, 18:02
Wakil Menteri Angela Tanoesoedibjo mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/3/2021). Rapat tersebut membahas dampak pemotongan anggaran APBN TA 2021, sebesar Rp300 miliar sesuai Raker pada 26 Januari 2021
ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc.
Wakil Menteri Angela Tanoesoedibjo mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/3/2021). Rapat tersebut membahas dampak pemotongan anggaran APBN TA 2021, sebesar Rp300 miliar sesuai Raker pada 26 Januari 2021 serta membahas isu-isu strategis pariwisata dan ekraf seperti hibah pariwisata, perkembangan peraturan turunan UU Ekraf, konsep destinasi wisata terintegrasi dengan destinasi prioritas dan super prioritas.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) memaparkan strategi untuk memulihkan dan menguatkan perekonomian sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, setelah masa pandemi Covid-19 berakhir nanti. 

Wakil Menteri Parekraf, Angela Tanoesoedibjo, mengatakan ada lima strategi yang akan diprioritaskan. Pertama, perluasan pasar yang terdiri dari pemulihan wisatawan nusantara, pemasaran produk ekonomi kreatif, dan persiapan pembukaan pembatasan untuk wisatawan mancanegara secara bertahap, dengan membebaskan mereka dari kewajiban karantina serta memberlakukan Visa on Arrival.

"Pemulihan wisatawan nusantara yang kita tahu sudah bebas dari tes swab, dan kampanye yang berjudul 'Bangga Berwisata di Indonesia Saja' dan 'Indonesia Care'," ujar Angela dalam Rapat Kerja dengan Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Rabu (16/3).

Untuk memasarkan produk ekonomi kreatif, pihaknya mengedepankan program kampanye 'Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia', 'Beli Kreatif Lokal', dan 'Ada di Warung'. 

Advertisement

Strategi kedua adalah upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor pariwisata, yang terdiri dari reskilling, upskilling, sertifikasi kompetensi, dan pendampingan serta wirausaha SDM Parekraf.

Selanjutnya, memantapkan manajemen dan tata kelola destinasi, pengembangan desa wisata, pengembangan revitalisasi destinasi, dan sarana ekonomi kreatif untuk destinasi pariwisata dan infrastruktur ekonomi kreatif.

Keempat, Kemenparekraf berupaya meningkatkan ketangguhan dan daya saing pelaku usaha kreatif, melalui pemberian insentif permodalan, standarisasi produk, sertifikasi Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability (CHSE), serta mengaktifkan kembali usaha.

Terakhir, mendorong terwujudnya inovasi produk dan jasa di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Hal ini terdiri dari produk wisata berkualitas, fasilitas pengembangan produk dan jasa perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), serta transformasi digital.

"Serta AKI atau Apresiasi Kreatif Indonesia," ujar Angela.

Menurut Angela, beberapa kebijakan sudah dikeluarkan untuk mendukung pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Ia merujuk pada Surat Edaran (SE) Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Nomor 12 Tahun 2022 terkait bebas karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) ke Bali dan Batam Bintan. 

Selain itu, juga terdapat sembilan pembukaan perbatasan Indonesia untuk keperluan pariwisata untuk wilayah Banten, Bali, Kepulauan Riau, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, dan Sulawesi Utara.

Kebijakan tersebut kemudian didukung dengan pemberian Visa on Arrival kepada 23 negara, yang diterbitkan per 7 Maret 2022. Kemenparekraf mencatat fasilitas ini telah digunakan 447 Warga Negara Asing (WNA) untuk masuk ke Indonesia hingga 12 Maret 2022.

"Tentunya kemudahan-kemudahan kebijakan ini diharapkan bisa meningkatkan kujungan wisatawan ke Indonesia," ujar Angela.

Angela pun mengungkap kebijakan pembebasan karatina bagi PPLN ke Bali dan Batam Bintan telah mendatangkan 3.763 wisatawan mancanegara. Angka tersebut terdiri dari 1.467 wisatawan pada periode 3 -28 Februari 2022, dan 2.296 wisatawan pada periode 1-12 Maret 2022.

Berdasarkan data, Angela menyatakan kedatangan mereka tidak membawa dampak terhadap peningkatan kasus Covid-19. Selama periode tersebut, tercatat kasus positif di Bali sebesar 0,45 persen dari total kedatangan PPLN.

Tak hanya wisatawan mancanegara, adanya SE dari Satgas Covid-19 yang membebaskan kewajiban tes covid untuk perjalanan domestik, juga berhasil meningkatkan jumlah wisatawan dan kunjungan ke Bali. Selama sepekan dari 7-12 Maret 2022, tercatat ada 51.444 pengunjung yang memasuki Bali. 

Berikut rincian kunjungan wisatawan ke Bali:
- 7 Maret sebanyak 7992 kunjungan;
- 8 Maret 6431 kunjungan;
- 9 Maret 8805 kunjungan;
- 10 Maret 9240 kunjungan;
- 11 Maret 9945 kunjungan, dan;
- 12 Maret 9031 kunjungan.

 

 

 

Reporter: Nuhansa Mikrefin
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait