Satu Bulan Invasi Rusia, Zelensky Kembali Minta Dukungan Dunia

Zelensky mengulangi permintaan zona larangan terbang, dan mengeluhkan sikap Barat karena tidak memberikan pesawat, sistem anti-rudal modern, tank, atau senjata anti-kapal, untuk menghadapi Rusia
Image title
24 Maret 2022, 11:58
Ukrainian President Volodymyr Zelenskiy speaks during the annual Munich Security Conference, in Munich, Germany February 19, 2022. REUTERS/Andreas Gebert
Reuters
Ukrainian President Volodymyr Zelenskiy speaks during the annual Munich Security Conference, in Munich, Germany February 19, 2022. REUTERS/Andreas Gebert

Pemimpin Ukraina menyerukan aksi solidaritas pada hari Kamis (24/3), atau sebulan sejak invasi Rusia dimulai. Presiden Volodymyr Zelensky juga memperingatkan akan mengawasi siapa saja yang berpaling pada pertemuan tingkat tinggi di Eropa.

Seperti dikutip dari Reuters, Zelensky mengharapkan "langkah serius" dari sekutu Barat.

"Pada tiga KTT ini kita akan melihat siapa teman kita, siapa mitra kita, dan siapa yang menjual kita, dan mengkhianati kita," katanya dalam pidato video yang dirilis Kamis pagi (24/3).

Dia mengulangi permintaannya untuk zona larangan terbang, dan mengeluhkan sikap Barat yang tidak memberikan Ukraina pesawat, sistem anti-rudal modern, tank, atau senjata anti-kapal.

Advertisement

Pertemuan di Eropa rencananya akan membahas upaya untuk memperkuat sanksi dan sikap North Atlantic Treaty Organization (NATO).

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden sudah tiba di Brussel, Belgia, untuk mengikuti pertemuan aliansi G7 dan Uni Eropa, untuk membahas mengenai konflik yang dimulai pada 24 Februari. 

Kunjungan Biden juga menyoroti perselisihan dengan sekutu di Eropa terkait sanksi energi, karena beberapa negara di sangat bergantung pada minyak dan gas Rusia.

Selain mendesak aksi lebih dari pihak Barat, Zelensky juga meminta masyarakat dari seluruh dunia turun ke jalan dan menuntut perang untuk diakhiri. Sebab korban kemanusiaan dari konflik ini terus meningkat, dan membuat sekitar 3,6 juta dari 44 juta penduduk Ukraina mengungsi dari rumah mereka.

"Datanglah dari kantor Anda, rumah Anda, sekolah dan universitas Anda, datang atas nama perdamaian, datang dengan simbol Ukraina untuk mendukung Ukraina, untuk mendukung kebebasan, untuk mendukung kehidupan," katanya dalam sebuah pidato video.

Berdasarkan laporan Kantor Komisioner Tinggi PBB untuk HAM (OHCHR), sejak serangan bersenjata Rusia terhadap Ukraina dimulai pada 24 Februari 2022, hingga 22 Maret 2022 tercatat sudah 2.571 korban sipil terkena imbas serangan ini, dengan 977 tewas dan 1.594 terluka.

Sebagian besar korban disebabkan penggunaan senjata peledak yang memiliki dampak secara luas, termasuk serangan artileri berat dan sistem roket multilaras, serta serangan rudal dan udara.

OHCHR percaya bahwa angka korban sebenarnya jauh lebih tinggi, karena informasi dari beberapa lokasi dengan pertempuran sengit telah tertunda, dan ada juga yang masih menunggu konfirmasi.

Reporter: Aryo Widhy Wicaksono
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait