Profil Ketua KPU Hasyim Asy'ari, Terlibat Pemilu Sejak 1999

Image title
14 April 2022, 12:25
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) periode 2022-2027 Hasyim Asy'ari di Gedung KPU, Jakarta, Selasa (12/4/2022).
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/tom.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) periode 2022-2027 Hasyim Asy'ari di Gedung KPU, Jakarta, Selasa (12/4/2022).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melantik tujuh anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) periode 2022-2027 di Istana Negara, Jakarta, Selasa (12/4) siang. Mereka adalah Hasyim Asy’ari, Betty Epsilon Idroos, Mochammad Afifuddin, Parsadaan Harahap, Yulianto Sudrajat, Idham Holik, dan August Mellaz.

Setelah pelantikan, dalam rapat pleno pertama KPU, Hasyim Asy'ari terpilih menjadi Ketua KPU periode 2022-2027.

Sosok Hasyim Asy'ari bukan nama baru dalam urusan penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu). Pria kelahiran Pati 3 Maret 1973 ini telah menjadi anggota KPU pada periode sebelumnya.

Pertama kali Hasyim terpilih menjadi anggota KPU adalah melalui Pergantian Antar Waktu (PAW) pada 29 Agustus 2016, menggantikan Ketua KPU Husni Kamil Manik yang meninggal dunia.

Kiprahnya berlanjut setelah Presiden dan DPR kembali mempercayakan Hasyim Asy'ari menjadi anggota KPU periode 2017-2022.

Sebelum menjadi anggota KPU, Hasyim memang telah lama berkecimpung mengurusi pemilu. Dimulai pada 1998 dengan menjadi sekretaris presidium Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Pemilu 1999 Kabupaten Kudus. Kemudian menjadi anggota KPU Jawa Tengah pada 2003-2008.

Berikut dapat dilihat bagaimana kontestan pemilu di Indonesia sejak era Presiden Sukarno.

Selanjutnya pria berusia 49 tahun ini juga terlibat dalam tim seleksi calon anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu Jawa Tengah dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) tingkat kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Tak hanya itu, Hasyim juga terlibat sebagai peneliti dan konsultan ahli bagi tim penyusun Naskah Akademik dan Draft RUU Kitab Hukum Pemilu: Usulan Masyarakat Sipil (Omnibus Law).

Selain mengurusi pemilu, Hasyim juga aktif di dunia akademik, dengan menjadi dosen pada program doktor dan magister ilmu hukum, serta program doktor ilmu politik di Universitas Diponegoro. Selain itu, mengajar progrm doktor ilmu kepolisian di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK).

Berdasarkan laporan harta kekayaan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Hasyim memiliki total kekayaan mencapai Rp 7,7 miliar.

Advertisement

Harta ini terbagi atas kas dan setara kas mencapai Rp 990 juta, harta bergerak Rp 780 juta, serta tanah dan bangunan mencapai Rp 5,6 miliar. Dalam LHKPN, Hasyim menyebutkan memiliki 11 bidang tanah, dengan delapan di antaranya berasal dari warisan dan tiga merupakan hasil sendiri.

Sementara untuk kendaraan, Hasyim memiliki Toyota Prado tahun 2006, Nissan New Serena tahun 2014, Vespa Px150 tahun 1985, dan Honda Speice tahun 2011. Secara keseluruhan harta ini bernilai Rp 307 juta.

Reporter: Aryo Widhy Wicaksono
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait