Hari Buruh, Jokowi Apresiasi Kerja Keras Pekerja Bantu Ekonomi Pulih

Tenaga dan kerja para buruh membuat roda perekonomian Indonesia dapat terus bergulis selama dua tahun pandemi.
Image title
1 Mei 2022, 10:21
Presiden Joko Widodo
ANTARA FOTO/HO/Biro Pers Sekretariat Presiden-Kris/aww.
Presiden Joko Widodo

Presiden Joko Widodo menyampaikan ucapan selamat hari Buruh Internasional melalui akun instagram resminya. Hal ini menanggapi hari My Day, yang diperingati setiap 1 Mei.

Jokowi mengapresiasi kerja keras para pekerja, yang membuat perekonomian bangsa dapat terus bergerak kuat.

"Roda perekonomian negara kita bergulir, bertumbuh, dan tetap bergerak maju," tulisanya dalam akun instagram, Minggu (1/5).

Menurutnya, roda perekonomian Indonesia terus dapat berjalan di tengah-tengah pandemi Covid-19 selama dua tahun, berkat tenaga dan kerja para buruh di berbagai sektor industri.

Advertisement

"Bahkan di saat pandemi mendera dua tahun ini, terutama karena kerja keras dari para pekerja di setiap bidang," jelas Jokowi.

"Terima kasih dan penghargaan yang tinggi untuk dedikasi Anda yang tiada henti," lanjutnya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Joko Widodo (@jokowi)

 

Saat mengunggah ucapan ini, Jokowi juga menyertakan sebuah poster ilustrasi pekerja dari berbagai bidang tengah beraktivitas sesuai profesi mereka. Berlatar pembangunan gedung-gedung bertingkat lengkap dengan crane untuk menunjukkan proses pembangunan. Pada bagian atas, tertera tulisan "Selamat Hari Buruh Internasional" dengan bertanda Presiden Joko Widodo.

Sebelumnya Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini bisa di atas 5% atau lebih tinggi dari tahun lalu yang mencapai 3,7%.

Pertumbuhan ekonomi diramal makin tinggi dalam jangka menengah seiring kehidupan masyarakat yang kembali normal menuju endemi Covid-19.

"Kami perkirakan pertumbuhan Indonesia tahun ini di sekitar 5,1% sampai 5,2%," kata Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat 2022, Kamis (21/4).

Selama beberapa bulan terakhir, beberapa indikator perekonomian menunjukkan pemulihan. Mobilitas masyarakat sudah mencapai level sebelum pandemi yakni 7,1% lebih tinggi dibandingkan awal 2020.

Dari sisi konsumsi, indeks penjualan retail pada kuartal pertama tahun ini juga tumbuh 14,7%. Adapun Mandiri spending index yang menggambarkan belanja masyarakat, menunjukkan kenaikan untuk kategori jenis supermarket, restaurant, bahan bakar maupun retail.

Sementara Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan Indonesia akan mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang sebagian besar berkisar di level 5% antara tahun 2022 dan 2027.

Situasi ini menyusul pemulihan ekonomi dari pandemi Covid-19. Produk domestik bruto (PDB) Indonesia diperkirakan akan tumbuh 5,4% pada tahun 2022, menurut IMF.

Walaupun organisasi yang bermarkas di Washington, DC, Amerika Serikat, ini memangkas proyeksi sebesar 0,2 poin, proyeksi tersebut menandai kembalinya laju pertumbuhan ekonomi Indonesia ke tingkat prapandemi.

Berikut proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menurut IMF:

Harga komoditas dunia yang mendukung, pelonggaran pembatasan aktivitas, dukungan kebijakan yang berlanjut dan mobilitas dan keyakinan yang meningkat seiring dengan meluasnya program vaksinasi ke daerah-daerah terpencil akan menopang pertumbuhan yang diproyeksikan untuk tahun 2022 dan 2023, menurut IMF.

Ekonomi Indonesia tumbuh 3,69% pada tahun 2021, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), menandai keluarnya ekonomi terbesar Asia Tenggara ini dari resesi akibat pandemi COVID-19 yang terjadi pada tahun sebelumnya.

IMF mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2023 di 6% terlepas dari risiko geopolitik dari perang Rusia-Ukraina. Namun, pertumbuhannya diperkirakan melambat mulai tahun 2024 hingga 2027.

 

Reporter: Aryo Widhy Wicaksono
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait