Erick Thohir: Pendapatan UMKM Bisa Dua Kali Gaji Menteri pada 2045

Aryo Widhy Wicaksono
14 Mei 2022, 17:47
Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan paparan dalam konferensi pers terkait persiapan Pertamina Grand Prix Of Indonesia 2022 (MotoGP 2022) di Kementerian BUMN, Jakarta, Minggu (6/3/2022).
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/nym.
Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan paparan dalam konferensi pers terkait persiapan Pertamina Grand Prix Of Indonesia 2022 (MotoGP 2022) di Kementerian BUMN, Jakarta, Minggu (6/3/2022).

Melihat laju pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2022 ini yang mencapai 5,1%, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir optimistis Indonesia dapat menjadi negara keempat ekonomi terbesar di dunia pada 2045.

Kondisi ini akan menjadi sinyal positif dalam mendukung iklim usaha di Indonesia, terutama pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk terus maju ke depannya. 

Advertisement

"Kita harus optimis bahwa ini luar biasa Indonesia, pertumbuhan ekonomi kita sampai 2045 itu akan terus tumbuh 5 persen," ujar Erick dalam acara Halal Bi Halal BRILinkers di Surabaya yang disiarkan secara virtual melalui channel YouTube Bank Rakyat Indonesia (BRI), Sabtu (14/5).

Menurutnya,  UMKM akan mengalami kesulitan untuk mengembangkan usaha jika perekonomian bangsa menunjukkan perkembangan negatif, terlepas apapun inovasi yang dilakukan. Untuk itu, ia mengajak semua pihak untuk mempertahankan laju perekonomian saat ini.

Erick juga yakin, laju perekonomian ini dapat dipertahankan pada masa mendatang, jika melihat Indonesia kemungkinan akan segera melewati masa pandemi. "Kita sesudah Covid-19, Indonesia salah satu negara yang pertumbuhannya tertinggi di dunia. Amerika lewat, Cina lewat, Eropa lewat," kata Erick.

Selain kondisi ekonomi, Erick juga melihat UMKM belum secara optimal menyerap pembiayaan dari perbankan. Hal ini menunjukkan kesempatan untuk pelaku usaha mengembangkan bisnis mereka masih terbuka lebar. "Pembiayaan UMKM di Indonesia itu baru 20 persen dari total pembiayaan perbankan. Malaysia, Thailand itu 50 persen," ucapnya.

Berikut data mengenai posisi kredit UMKM dari perbankan:

Untuk itu Erick melihat UMKM akan menjadi kekuatan fundamental dalam meningkatkan laju perekonomian Indonesia ke depannya. Syaratnya, pelaku usaha tidak lagi menjadi obyek politik yang hanya mendapatkan jargon mengenai pembangunan. Kini dengan adanya penyertaan modal gabungan dari BRI, Pegadaian, dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM, UMKM diharapkan dapat menjadi lokomotif untuk pembangunan ekonomi di masa mendatang. 

Halaman:
Reporter: Aryo Widhy Wicaksono
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.

Artikel Terkait

Advertisement