Update Covid-19: 5.926 Kasus Baru, Lebih dari 100 Kematian Seminggu

Kasus aktif Covid-19 mencapai 52.043 orang, dengan positivity rate orang harian mencapai 10,66%.
Aryo Widhy Wicaksono
10 Agustus 2022, 18:01
Seorang siswa sekolah dasar menerima suntikan vaksin COVID-19 di RS Abu Nawas Kota Kendari, Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (29/7/2022).
ANTARA FOTO/Jojon/tom.
Seorang siswa sekolah dasar menerima suntikan vaksin COVID-19 di RS Abu Nawas Kota Kendari, Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (29/7/2022).

Pemerintah melaporkan adanya tambahan 5.926 kasus positif Covid-19 pada Rabu (10/8). Tambahan ini membuat secara kumulatif, tercatat 6.261.605 kasus positif di Indonesia sejak pertama kali terdeteksi pada Maret 2020.

Selain data positif, terdapat 4.906 pasien yang sembuh, sehingga secara kumulatif pasien sembuh telah mencapai 6.052.413 orang. Sementara untuk kasus kematian, kembali mencatatkan 18 orang meninggal dunia. Dalam seminggu ini tercatat total terdapat 103 kasus kematian akibat terpapar Covid-19.  Sedangkan total jumlah kematian mencapai 157.149 orang.

Dengan adanya tambahan data ini, jumlah kasus aktif juga meningkat 1.002 kasus, sehingga totalnya mencapai 52.043 orang.

Data ini didapatkan berdasarkan pemeriksaan terhadap 55.582 orang, sehingga positivity rate orang harian mencapai 10,66%.

Advertisement

Sumbangan kasus tertinggi masih berasal dari DKI Jakarta dengan 2.224 kasus, disusul Jawa Barat yang mencapai 1.469 kasus. Kemudian Banten dengan 767 kasus, Jawa Timur mencapai 468 kasus, serta Jawa Tengah memiliki 181 kasus baru.

Dari seluruh provinsi di Indonesia, terdapat 13 daerah yang mencatatkan kasus baru di bawah 10 orang. Sedangkan empat daerah mencatatkan nihil kasus, yaitu di Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Sulawesi Barat.

Sementara untuk kasus sembuh, paling banyak juga berasal dari DKI Jakarta dengan 1.590 orang. Kasus sembuh tertinggi kedua berasal dari Banten dengan 1.344 orang, kemudian Jawa Barat memiliki 752 pasien sembuh, Jawa Timur dengan 457 orang, selanjutnya Bali yang memiliki 140 pasien sembuh.

Dari rekapitulasi data Covid-19 nasional, terdapat 167 kabupaten/kota yang secara agresif melakukan tes dalam seminggu terakhir di atas rata-rata nasional. Data per Senin, 08 Agustus 2022, rata-rata pemeriksaan nasional tercatat 212,1 orang per minggu.

Untuk mencegah peningkatan gelombang kasus baru, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, mengatakan vaksinasi dan booster bisa mengurangi risiko kematian dan masuk rumah sakit.

Menurut Budi, vaksinasi diperlukan karena mayoritas penyebab pasien Covid-19 dengan kondisi berat di rumah sakit dan pasien meninggal dunia diketahui tidak mendapatkan vaksin atau belum lengkap.

"Kalau sudah divaksin atau booster, maka risiko seseorang tertular COVID-19 turun jauh dibandingkan yang belum," ucap Menkes Budi dalam keterangan resmi, Selasa (9/8).

Dia melanjutkan, para lanjut usia yang tertular Covid-19 dan dirawat di rumah sakit, memiliki risiko kematian 20 kali lebih tinggi daripada mereka yang di bawah usia 50 tahun.

"Cepat-cepat divaksin dan booster, kalau tertular tidak apa-apa, tapi insya Allah tidak masuk rumah sakit dan mengurangi risiko kematian," jelasnya.

Menkes Budi juga menjelaskan mengenai efikasi vaksin yang turun setelah 6 bulan, sehingga dia meminta masyarakat tidak merasa aman jika baru mendapatkan vaksin dosis pertama dan kedua. Dia mengimbau agar menerima vaksinasi dosis ketiga atau booster.

Hingga Selasa (9/8), jumlah penerima vaksin booster telah mencapai 57.553.217 orang, atau sekitar 27,6% dari total target sasaran pemerintah yang mencapai 208.265.720 orang.

Sementara untuk dosis pertama, telah mencapai 202.772.014 orang atau mencapai 97% dari target sasaran. Pada penerima vaksinasi dosis kedua, total masyarakat yang mendapatkannya telah mencapai 170.322.263 orang, atau sekitar 87,9% dari target pemerintah.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait