Tim Olah TKP Ungkap Alasan Gagal Sita CCTV di Rumah Ferdy Sambo

Tak hanya rekaman CCTV, Tim olah TKP menyebut intervensi juga berupa pengambilan barang bukti dan saksi, sehingga timnya tidak optimal dalam menangani TKP di rumah Ferdy Sambo.
Ade Rosman
3 November 2022, 19:18
Suasana sidang kasus merintangi penyidikan dugaan pembunuhan berencana Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J) dengan terdakwa Irfan Widyanto di PN Jakarta Selatan, Rabu (19/10/2022).
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/YU
Suasana sidang kasus merintangi penyidikan dugaan pembunuhan berencana Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J) dengan terdakwa Irfan Widyanto di PN Jakarta Selatan, Rabu (19/10/2022).

Mantan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ridwan Rhekynellson Soplanit, mengungkapkan adanya intervensi dari Divisi Profesi dan Pengamanan Polri kepada timnya, sehingga pihaknya tidak langsung menyita rekaman video CCTV saat melakukan olah TKP kematian Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan. 

Menurutnya, intervensi yang terjadi pada proses kerja timnya, membuatnya mengalihkan fokus kepada masalah lain di TKP. 

"Tantangan bagi saya itu pada saat kita sudah melakukan olah TKP, dan memang merasa situasi terintervensi. Terintervensi karena bukan lagi head to head, orang per orang, tapi memang situasi pada saat kita olah TKP itu status quo kita itu sudah dimasukin sama Propam waktu itu," kata Ridwan saat memberikan kesaksian dalam sidang perintangan penyidikan atau obstruction of justice kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J, dengan terdakwa Irfan Widyanto, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (3/11).

Intervensi tersebut berupa pengambilan barang bukti dan saksi, sehingga timnya tidak dapat melakukan tugas mereka secara optimal dalam menangani TKP.

Advertisement

Kondisi ini membuatnya lebih berfokus untuk mencari cara mendapatkan kembali barang bukti dan saksi-saksi peristiwa ini, agar pihaknya dapat melanjutkan proses investigasi dengan melakukan pemeriksaan silang terhadap semua hasil temuan penyidik di lapangan. "Pada saat itu, kendala yang kita hadapi itu kan di luar pemikiran kita," katanya.

 

Sementara itu, saksi lainnya dalam persidangan ini, yakni Mantan Kepala Unit I Kriminal Umum Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Rifaizal Samual, mengatakan tim penyidik Polres Metro Jakarta Selatan tidak mengetahui keberadaan rekaman CCTV di sekitar lingkungan tersebut. 

Rifaizal baru mencari rekaman itu ketika masalah ini mulai ramai diperbincangkan di media sosial. "Hari Minggu (10/7) jam 20.00 WIB, ketika Arif (Rachman Arifin) dan Chuck (Putranto) datang, kami dapat info bahwa kasus ini sudah beredar luas, sudah ramai di medsos," jelasnya.

Kemudian setelah mencari tahu tentang CCTV karena ramai dibahas publik di media sosial, dia juga menyampaikan hal tersebut pada Ridwan, yang merupakan atasannya.

Dalam proses mencari rekaman CCTV itu, Rifaizal mendapatkan informasi bahwa rekaman CCTV tersebut telah disita pihak berwenang. "Kami mendapat kabar CCTV diamankan tim lain yang kami pada saat itu tidak mengetahui," ujarnya.

Selain terkait rekaman CCTV, saksi Rifaizal juga menyampaikan kepada Arif, bahwa dirinya kesulitan berkoordinasi dengan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

Reporter: Ade Rosman
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait