Alasan Menko Muhadjir Ralat Cuti Bersama 26 Desember 2022

Libur nasional pada Desember 2022 hanya tersisa satu hari, yakni 25 Desember 2022. Sementara itu, pemerintah menetapkan tidak ada cuti bersama pada akhir 2022.
Andi M. Arief
16 Desember 2022, 17:24
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy.
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy.

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan atau Kemenko PMK menyatakan tidak ada keputusan cuti bersama pada 26 Desember 2022. Hal tersebut disampaikan setelah Menteri Koordinator PMK Muhadjir Effendy, mengatakan ada cuti bersama pada tanggal tersebut di Kantor Polda Metro Jaya hari ini, Jumat (16/12).

"Ingatan saya dikacaukan oleh rencana cuti bersama tanggal 26 Desember tahun depan, 2023," kata Muhadjir kepada Katadata.co.id, Jumat (16/12).

Muhadjir mengatakan cuti bersama 2023 yang tersebut tertuang dalam surat keputusan bersama antara Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Agama, dan Menteri pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Secara total, pemerintah telah menetapkan tujuh hari sebagai cuti bersama pada 2023, salah satunya untuk merayakan Hari Raya Natal 2023.

Adapun, libur nasional pada Desember 2022 hanya tersisa satu hari, yakni 25 Desember 2022. Sementara itu, pemerintah menetapkan tidak ada cuti bersama pada akhir 2022. Meski begitu, Muhadjir mempersilakan jika ada yang ingin mengajukan cuti pribadi pada hari tersebut.

Di sisi lain, Muhadjir mengatakan pemerintah telah mempersiapkan hal-hal yang terkait dengan perayaan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023, seperti lalu lintas, tempat wisata, dan infrastruktur. Muhadjir mengatakan koordinasi akan terus dilanjutkan di lapangan saat masa liburan berlangsung.

"Masing-masing kementerian dan lembaga telah menyampaikan paparan persiapan yang akan dilaksanakan dan kami akan terus melakukan koordinasi yang baik di dalam pertemuan-pertemuan lebih lanjut," ujar Muhadjir.

Survei Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan menyatakan bahwa sebanyak 44,17 juta orang Indonesia akan bepergian selama libur natal dan tahun baru atau nataru. Warga yang bepergian tersebut sebagian besar menggunakan mobil pribadi.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengatakan jumlah tersebut setara dengan 16,35% dari jumlah penduduk Indonesia.

"Angka tersebut naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun belum melebihi saat 2019 atau masa sebelum pandemi, kata Budi saat Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI, Selasa (13/12).

Sebanyak 28,36% orang bepergian akan menggunakan kendaran pribadi. Sementara jumlah orang yang bepergian menggunakan motor cukup tinggi yaitu 16,475.

Masih menggunakan jalur darat, sebanyak 5,74% warga bepergian akan menggunakan mobil sewa dan 4,55% menggunakan mobil travel.

Sementara penggunaan transportasi umum paling banyak adalah menggunakan kereta api antar kota 13,42%, bus sebanyak 11,9%, dan pesawat 11,02%.

Reporter: Andi M. Arief
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait