BI Tahan Suku Bunga, IHSG Hari Ini Diprediksi Menguat

IHSG terlihat masih betah berada dalam rentang konsolidasi wajar, dengan peluang tekanan yang sudah cukup terbatas.
Cahya Puteri Abdi Rabbi
24 Juni 2022, 06:16
Pekerja membersihkan dinding dekat layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2022).
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/tom.
Pekerja membersihkan dinding dekat layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2022).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Jumat (24/6), diramalkan menguat dan bergerak di rentang 6.888 - 7.074. Sebelumnya, IHSG ditutup menguat 0,20% di level 6.998,267 pada akhir perdagangan Kamis (23/6).

CEO PT Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya Wijaya, mengatakan setelah ditetapkannya suku bunga acuan dalam rapat dewan gubernur Bank Indonesia (BI), IHSG terlihat masih betah berada dalam rentang konsolidasi wajar, dengan peluang tekanan yang sudah cukup terbatas.

Dalam rapat tersebut, BI memutuskan mempertahankan suku bunga acuan pada level 3,5%.

"Namun, potensi gejolak terhadap harga komoditas dapat memberikan sentimen terhadap pola gerak IHSG dalam beberapa waktu mendatang," kata William dalam risetnya, dikutip Jumat (24/6).

Advertisement

William merekomendasikan investor untuk memantau saham PT Summarecon Agung, Tbk. (SMRA), PT Pakuwon Jati, Tbk. (PWON), PT Bumi Serpong Damai, Tbk. (BSDE), PT Agung Podomoro Land, Tbk. (APLN), PT Wijaya Karya Beton, Tbk. (WTON), PT Bank Central Asia, Tbk. (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk. (BBRI), dan PT Bank Ina Perdana, Tbk. (BINA).

Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova memperkirakan, IHSG berpeluang mengalami rebound karena masih ditutup di atas level 6.937 sebagai support yang terbentuk oleh Fibonacci retracement 61,8%.

"IHSG diperkirakan menguat ke level 7.173 jika menembus di atas level 7.063," kata Ivan.

Titik resistance IHSG hari ini diperkirakan berada di posisi 7.079, 7.106 dan 7.173, sedangkan titik support ada di posisi 6.903, 6.860 dan 6.795.

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali tumbuh karena peningkatan pembelian. Jika harga terus melemah, harga akan terus menurun untuk menemukan titik support baru.

Sedangkan, resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju pertumbuhan harga tertahan.

Ivan merekomendasikan hold atau speculative buy pada saham PT Adaro Energy Indonesia, Tbk. (ADRO) di rentang harga 2.800-2.850 . Sedangkan, pada saham sektor energi lainnya, yakni PT Perusahaan Gas Negara, Tbk. (PGAS), dia merekomendasikan hold atau buy on weakness di rentang harga 1.660-1.680.

Aksi hold atau buy on weakness juga dia sarankan pada saham PT Aneka Tambang, Tbk. (ANTM) di rentang harga 1.910-1.940. ANTM akan menguji support kuat di sekitar level 1.920 yang terbentuk oleh klaster Fibonacci. 

Sementara itu, jika harga masih ditutup pada level 1.920 atau lebih pada chart mingguan, maka ada peluang ANTM untuk rebound dengan target terdekat di level 2.200. 

Ivan juga menyarankan hold atau buy on weakness di rentang harga 4.270-4 290 pada saham PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk. (BBRI), dan hold dengan target harga terdekat di level 8.000 pada saham PT Indah Kiat Pulp and Paper, Tbk. (INKP).

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait