Terjun ke Bisnis Hulu, PGN Siapkan US$ 1 Miliar

Penulis:

Editor:

1/5/2013, 17.09 WIB

Sebagai upaya pengembangan di sektor bisnis hulu PT Perusahaan Gas Negara Tbk PGN berniat melakukan akuisisi terhadap lapangan gas baru

Katadata
KATADATA
KATADATA

KATADATA ? Sebagai bagian dari upaya pengembangan di sektor bisnis hulu dan memperkuat pasokan gas dalam jangka panjang, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) berniat melakukan akuisisi terhadap lapangan gas baru pada tahun ini. Untuk mewujudkan ambisi tersebut, PGN telah mengalokasikan anggaran US$ 1 miliar.

Namun demikian, Direktur Utama PGN, Hendri Prio Santoso enggan mengungkapkan lapangan gas yang tengah diincar karena terkait dengan perjanjian kerahasiaan.

Sejatinya, PGN sudah berniat mengembangkan ekspansi ke bisnis hulu migas sejak tiga tahun lalu. Namun, keinginan distributor gas milik negara tersebut baru bisa terwujud pada tahun ini ketika PGN membeli 20 persen participating interest atau hak partisipasi di Blok Ketapang PSC, Jawa Timur.

Melalui anak usahanya PT Saka Energi Indonesia, PGN membeli hak partisipasi yang dimiliki oleh Sierra Oil Services senilai US$ 70 juta. Blok yang dikelola oleh Petronas Carigali tersebut mampu memproduksi minyak sebesar 25 ribu barel per hari dan gas 50 juta kaki kubik per hari.

PT Saka Energi Indonesia juga berinvestasi di Blok Bengkanai, Kalimantan Tengah senilai US$ 27 juta. Blok ini memiliki cadangan gas sebanyak 250 BCF. Namun, kepemilikan hak partisipasi di Blok Bengkanai masih menunggu proses persetujuan dari Dirjen Migas.

Untuk mewujudkan akuisisi tersebut, perusahaan berkode PGAS mengklaim mempunyai dana yang cukup untuk akuisisi lapangan gas. Per Desember 2012, dana setara kas PGAS masih sebesar US$ 1,57 miliar. Selain dana internal, PGN juga mendapatkan penawaran dana dari eksternal sebesar US$ 2 miliar untuk merealisasikan ekspansi perusahaan.

Langkah akuisisi di bisnis hulu menjadi salah satu agenda utama PGN untuk memperkuat portofolio di bisnis energi, sekaligus merealisasikan niat menjadi perusahaan pengelola gas yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Dengan turut menjadi pemain di sektor hulu, PGN berharap tidak lagi terus meminta alokasi gas tambahan untuk memenuhi kebutuhan domestik. Kepemilikan jaringan dan infrastruktur gas memungkinkan PGN memperoleh alokasi gas dari blok yang dimiliki.

PGN selama ini kerap menghadapi kesulitan dan harus bersaing untuk mendapatkan pasokan gas domestik. Dari total produksi gas bumi sebesar 8,4 miliar kaki kubik per hari, PGN hanya mendapatkan jatah sebesar 8,7 persen. Padahal, permintaan gas terhadap BUMN terus meningkat seiring dengan pengembangan infrastruktur gas nasional. 

Tingginya permintaan gas terhadap PGN membuat kinerja finansial  perusahaan gas pelat merah ini menggembirakan. Sepanjang 2012, pendapatan perusahaan meningkat sebesar 16 persen menjadi US$ 2,58 miliar. Sedangkan, laba bersih perseroan naik sebesar 31 persen menjadi US$ 890,9 juta.

Bahkan, di bursa saham, PGAS merupakan salah emiten yang diburu sehingga tren pergerakan sahamnya terus menunjukkan perkembangan menakjubkan. Dalam tempo empat bulan terakhir, harga saham PGAS telah meningkat sebesar 37 persen dari 4.600 pada awal Januari menjadi 6.300 pada 1 Mei 2013. Bahkan, dalam satu tahun terakhir, harganya sudah melonjak sebesar 73,8 persen dari posisi 3.625 pada 1 Mei 2012.

Reporter: Redaksi

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan