Emas Merosot, Kinerja Antam Malah Melambung

Penulis:

Editor:

8/5/2013, 17.09 WIB

Harga emas di pasar dunia terus menurun namunkinerja PT Aneka Tambang Tbk ANTM tidak terlampau terpengaruh

Katadata
KATADATA
KATADATA

KATADATA ? Harga emas di pasar komoditas dunia terus menurun, bahkan diperkirakan sangat sulit kembali mengalami kenaikan pada tahun ini. Kendati demikian, kinerja PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) tidak terlampau terpengaruh. Harga saham Antam pun cenderung stagnan.

Kalangan investor menilai komoditas emas, saat ini justru menjadi aset paling berisiko. Bahkan, investor memperkirakan tidak ada faktor signifikan yang dapat mendorong kenaikan harga emas, baik itu berupa krisis Timur Tengah, pelemahan dolar atau kenaikan inflasi.

?Saya belum melihatnya dalam 12 bulan ke depan,? kata kata Gary Dugan, Chief Investment Officer for Asia and the Middle East Coutts & Co. seperti dikutip Bloomberg. Karena itu, Coutts & Co., bank investasi anak perusahaan Royal Bank of Scotland Group Plc. (RBS) memutuskan untuk melepas sebagian besar aset emasnya, sejak harganya turun hingga mencapai US$ 1.600 per troy ounce pada Februari lalu. Langkah pelepasan aset emas membuat portofolio emas Coutts & Co menurun dari sekitar 6 ? 7 persen dari total portofolio investasi pada kuartal ketiga tahun lalu, menjadi tersisa 1 ? 2 persen.

Penurunan harga emas sudah mencapai 13 persen menjadi US$ 1.461,2 per troy ounce pada tahun ini. Penurunan ini terjadi setelah selama 12 tahun, harga emas terus mengalami kenaikan. Bahkan, harga emas tetap menurun, ketika kebijakan quantitative easing atau kelonggaran kebijakan moneter yang dilakukan bank sentral di sejumlah negara, termasuk the Fed.

?Tidak ada yang menang atau kalah jika semuanya melakukan quantitative easing karena semua mata uang mengalami tekanan yang sama,? kata Dugan. Padahal, sebelumnya, semua orang berpikir bahwa quantitative easing yang dilakukan the Fed telah melemahkan dolar sehingga bakal mendorong orang memborong emas.

Penurunan harga emas dunia juga berimbas ke Indonesia. Harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia milik PT Antam juga terus menurun. Pada awal Januari 2013, harga emas batangan masih Rp 585.200 per gram. Namun, pada Selasa, 7 Mei, terus bergerak menurun menjadi Rp 531.000 per gram. Artinya, dalam tempo lebih dari empat bulan, harga emas batangan sudah turun sekitar Rp 54 ribu atau 9 persen.

Sejumlah kalangan sejumlah mengkhawatirkan penurunan harga emas akan berdampak pada kinerja Antam, karena emas menjadi produk utama yang menopang pendapatan Antam. Namun, yang terjadi tidak demikian. Setidaknya, pada triwulan I 2013, laba bersih perusahaan pelat merah ini tetap mengalami pertumbuhan hingga 21,8 persen menjadi Rp 462 miliar.

Peningkatan laba bersih tersebut lantaran ditopang oleh lonjakan penjualan bersih Antam sebesar 35,5 persen menjadi Rp 3,34 triliun. Kendati harga emas menurun, pendapatan Antam bisa tetap meningkat karena ditopang oleh kenaikan volume penjualan emas dan bijih nikel. Emas tetap menjadi penyumbang utama pendapatan perusahaan dengan kontribusi sebesar 46,5 persen dari total pendapatan.

Harga saham Antam sepanjang empat bulan terakhir juga cenderung stagnan. Pada awal Januari 2013 sebesar 1.330, pada 7 Mei berada di kisaran 1.360.

Reporter: Aria W. Yudhistira

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan