Indofarma Raih Kontrak Rp 1,6 Triliun

Penulis:

Editor:

14/5/2013, 11.11 WIB

PT Indofarma Tbk INAF telah menandatangani kontrak awal pengadaan obat generik senilai Rp 16 triliun

obat farmasi
KATADATA
KATADATA

KATADATA ? PT Indofarma Tbk (INAF) telah menandatangani kontrak awal pengadaan obat generik senilai Rp 1,6 triliun. Dengan kontrak tersebut, Indofarma masih menjadi pemasok obat generik terbesar. Indofarma akan memasok obat generik ke seluruh kabupaten dan kota di Indonesia melalui sistem katalog elektronik (e-catalog). Margin kotor proyek hasil tender tersebut mencapai 25 persen.

Sejatinya, nilai total proyek dari Kementerian Kesehatan itu mencapai Rp 5 triliun dan Indofarma menjadi pemasok terbesar dengan kontrak 1,6 triliun dan sisanya terbagi untuk 19 pemasok lain.

Elfiano Rizaldi, Direktur Utama Indofarma mengatakan dari sekitar 160 produk obat yang diproduksi Indofarma, 109 masuk e-catalog. Katalog elektronik tersebut merupakan sistem informasi elektronik yang memuat seputar daftar obat generik. Dengan sistem elektronik, rumah sakit dapat memilih obat generik sesuai kebutuhan dan harga.

Untuk memenuhi kebutuhan e-catalog, Indofarma akan memaksimalkan kapasitas produksi. Hal itu juga untuk mengantisipasi lonjakan permintaan obat, seiring beroperasinya BPJS pada 2014. Selama 2013-2014, Indofarma akan menambah kapasitas minimal dua kali lipat dari saat ini sekitar tiga miliar kapsul per tahun. Perseroan menyiapkan dana sebesar Rp 60 miliar untuk membangun pabrik dan Rp 33 miliar untuk membeli mesin. Tahun depan, perseroan akan mengalokasikan dana Rp 85 miliar untuk menyelesaikan pembangunan pabrik dan Rp 35 miliar untuk mesin.

Untuk memenuhi dana investasi, Indofarma mengandalkan pendanaan internal, kredit modal kerja (KMK) dari Bank Mandiri dan Surat utang jangka menengah (MTN). Akhir tahun lalu, perseroan menerbitkan MTN senilai Rp 120 miliar. Selain itu, perseroan menarik pinjaman sebesar Rp 100 miliar dari Bank Mandiri. Indofarma juga masih memungkinkan untuk menerbitkan obligasi. Dengan peringkat A- dari PT pemeringkat efek Indonesia (Pefindo), Perseroan berpeluang menerbitkan obligasi hingga Rp 500 miliar. Namun, penerbitan obligasi bergantung pada kebutuhan ekspansi perseroan.

Reporter: Redaksi

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan