Kalahkan Astra, Transaksi Saham BRI Terbesar

Penulis:

Editor:

16/5/2013, 11.11 WIB

Kinerja PT Bank Rakyat Indonesia Tbk BRI terus melesat di tengah perlambatan kredit industri perbankan sepanjang triwulan pertama 2013

bank bri
KATADATA
KATADATA

KATADATA ? Kinerja operasional PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) terus melesat di tengah perlambatan kredit industri perbankan sepanjang triwulan pertama 2013.  Kemampuan BRI memacu pertumbuhan kredit hingga 27,6 persen dan laba sebesar 18,8 persen membuat saham bank ini diburu investor.

Sepanjang triwulan I 2013, pertumbuhan kredit emiten berkode BBRI itu jauh melebihi pertumbuhan kredit nasional sebesar 22,2 persen. Bahkan, pertumbuhan kredit perbankan nasional melambat atau lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan kredit triwulan I 2012 sebesar 24 persen.

Berbeda dengan perkembangan kredit nasional, pertumbuhan signifikan kredit BRI membuat bank rakyat ini kembali mampu memupuk laba hingga mencapai Rp 5 triliun pada kuartal pertama 2013. Jumlah ini meningkat 18,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 4,2 triliun.

Lonjakan pinjaman BRI dipicu oleh pertumbuhan kredit dari segmen mikro dan korporasi. Bahkan, sektor korporasi mengalami pertumbuhan hingga 183 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Akan halnya, kredit mikro tumbuh sebesar 22,3 persen melebihi kuartal pertama 2012 sebesar 16,1 persen. Segmen mikro ini tetap menjadi penyumbang terbesar dalam portofolio kredit BRI yaitu menapai 31,1 persen.

Dengan pencapaian kinerja operasional tersebut, saham BRI mendapat respons positif dari pelaku pasar modal. BRI pun menjadi emiten dengan rata-rata transaksi saham terbesar dalam sebulan terakhir, yakni mencapai Rp 331 miliar per hari. Bahkan, BRI mengalahkan Astra International yang dikenal sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di pasar modal Indonesia. Tak pelak, BRI pun menjadi saham paling likuid bila dibandingkan dengan emiten lainnya.
Kapitalisasi pasar BRI terus melonjak menjadi Rp 229,3 triliun per 14 Mei 2013 sehingga bank milik negara ini dipandang memiliki prospek cerah pada tahun ini. Rencana ekspansi anorganik melalui akuisisi Bank Bukopin dan Danareksa diperkirakan akan mendongkrak pendapatan dan memperluas basis nasabah.
Karena itu, tidak mengherankan jika dalam satu bulan terakhir saja, saham BRI telah melonjak sebesar 12 persen menjadi 9.250 hingga 15 Mei. Bahkan, dalam setahun terakhir, saham BRI telah melesat hampir 50 persen dibandingkan posisi 15 Mei 2012 yang berada di level 6.200.

?Kami perkirakan saham BRI akan mencapai target harga sebesar Rp 10.600 per lembar,? demikian proyeksi Mandiri Sekuritas.

Mandiri Sekuritas sendiri memperkirakan laba BRI pada akhir tahun 2013 akan mencapai Rp 19,97 triliun atau naik dibanding laba BRI 2012 sebesar Rp 18,5 triliun. Sementara earning per share akhir tahun diperkirakan 810 atau naik dibanding 2012 sebesar 757. Sementara price earning ratio saham BRI 2013 diperkirakan 11,3 kali, atau turun dibanding 2012 sebesar 12,1 kali. Dari sisi pertumbuhan kredit akhir tahun 2013 diperkirakan BRI akan tumbuh 22,5 persen menurun dibanding 2012 sebesar 22,9 persen.

Reporter: Nur Farida Ahniar

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan