17 Saham Masuk Daftar Indeks Morgan Stanley

Penulis:

Editor:

20/5/2013, 11.11 WIB

Sejumlah saham anggota Bursa Efek Indonesia BEI masuk sebagai penghuni anyar Morgan Stanley Composite International MSCI Index

Bursa
Arief Kamaludin|KATADATA
KATADATA | Arief Kamaludin

KATADATA ? Sejumlah saham anggota Bursa Efek Indonesia (BEI) masuk sebagai penghuni anyar Morgan Stanley Composite International (MSCI) Index. Ada 17 saham yang masuk dalam daftar MSCI Global Small Cap Indices?kumpulan saham dari berbagai negara dengan jumlah saham yang diperdagangkan (free float) minimal 14 persen. Para analis menilai, saham-saham yang masuk portofolio MSCI akan menjadi sentimen positif bagi saham tersebut.

?Ini bisa memicu volatilitas harga dan likuiditas saham emiten,? kata Satrio Utomo, Kepala Riset Universal Broker Indonesia, kemarin. Menurut Satrio, likuiditas dan kapitalisasi pasar saham adalah kriteria utama masuk indeks MSCI. PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), misalnya, terbilang aktif diperdagangkan dalam tiga bulan terakhir.

Harga saham TELE dalam satu tahun terakhir naik 91,8 persen. Sedangkan WIKA meroket 150 persen dalam satu tahun terakhir. Meski demikian, perubahan likuiditas dan volatilitas harga belum terlihat signifikan pasca saham tersebut masuk MSCI. Pergerakan harga dan likuiditas saham WIKA dan TELE masih cenderung datar dalam satu tahun terakhir.

?Teorinya, harga dan likuiditas berubah menjadi semakin bagus,? papar Satrio. Meski demikian, Managing Partners PT Investa Saran Mandiri, Kiswoyo Adi Joe, mengatakan tidak semua saham-saham small caps yang bercokol di indeks MSCI menarik untuk dikoleksi. Saham PT Central Omega Resources (DKFT), yang punya likuiditas kecil, tak layak koleksi.

Kiswoyo menyarankan investor untuk mencermati saham-saham yang lebih likuid namun memiliki prospek bagus. Dari 17 saham yang terdaftar, ia merekomendasikan saham-saham sektor konstruksi seperti WIKA dan TOTL (PT Total Bangun Persada Tbk). WIKA dan TOTL diuntungkan oleh proyek Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

Reporter: Redaksi

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan