Akuisisi Axis Terwujud, XL Axiata Gusur Indosat

Penulis:

Editor:

24/5/2013, 11.12 WIB

PT XL Axiata Tbk berpotensi menjadi operator telko terbesar kedua di Indonesia jika rencana akuisisi terhadap PT Axis Telecom terealisasi

bursa.jpg
KATADATA/
KATADATA

KATADATA ? PT XL Axiata Tbk (EXCL) berpotensi menjadi operator telekomunikasi terbesar kedua di Indonesia jika kabar mengenai rencana akuisisi terhadap PT Axis Telecom Indonesia benar-benar terealisasi. Saat ini, pangsa pasar XL Axiata sebesar 49,1 juta pelanggan di bawah PT Indosat Tbk (ISAT) sebanyak 58,5 juta. Sementara Axis memiliki pangsa pasar sebesar 17,7 juta pelanggan.

Dengan demikian, jika berhasil mengakuisisi Axis, pendapatan Axiata dipastikan terdongkrak. Pada 2012, EXCL membukukan pendapatan operasional sebesar Rp 20,97 triliun, meningkat 14,84 persen dari tahun sebelumnya.

Sementara, seperti dikutip dari laporan keuangan Saudi Telecom Company, pemegang 80,10 persen saham Axis, pendapatan Axis Telecom mencapai 935,03 juta Saudi Riyal atau sekitar Rp 2,45 triliun dengan total aset senilai 3,76 juta Saudi Riyal atau Rp 9,78 triliun. Adapun pada tahun lalu, Indosat membukukan pendapatan sebesar  Rp 22,42 triliun.  

Komponen pendapatan terbesar XL Axiata berasal dari jasa percakapan sebesar  Rp 8,31 triliun atau 39,62 persen dari total pendapatan. Kemudian jasa SMS dan data masing-masing Rp 4,73 triliun (22,55 persen) dan Rp 3,72 triliun (17,73 persen).

Hasnul Suhaimi, Presiden Direktur XL Axiata, menyebutkan perseroan menargetkan sumbangan pendapatan di segmen data dan Value Added Service (VAS) bisa meningkat menjadi 25 persen pada tahun ini. Ini untuk mengantisipasi penurunan pendapatan di segmen percakapan dan SMS seiring terjadinya pergeseran perilaku konsumen.

Ini terlihat dari kinerja keuangan XL Axiata pada kuartal I-2013. Pada periode ini, segmen data dan VAS menjadi pendorong utama pendapatan perseroan yang tercatat naik 2 persen menjadi Rp 5,05 triliun dari Rp 4,93 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Segmen data dan VAS mencatatkan pertumbuhan sebesar 19 persen menjadi Rp 987 miliar.

Di sisi lain, pendapatan dari segmen percakapan dan SMS justru mengalami penurunan masing-masing 11 persen dan 6 persen menjadi Rp 1,81 triliun dan Rp 1,08 triliun. Penurunan ini menurut manajemen perseroan disebabkan adanya pergeseran perilaku konsumen dalam penggunaan jaringan data.

Pada kuartal I-2013, trafik data XL Axiata tumbuh 40 persen dibanding periode sama tahun lalu dengan jumlah pelanggan mencapai 29,1 juta. Ini mendorong kontribusi pendapatan dari 19 persen menjadi 22 persen. Untuk meningkatkan pangsa dari segmen data, perseroan juga terus meningkatkan jumlah stasiun pemancar yang pada kuartal I-2013 mencapai 39.819 BTS, dari 30.732 BTS pada tahun lalu.

Manajemen XL Axiata menyebutkan, perseroan tidak akan segencar tahun lalu dalam berinvestasi infrastruktur data. Pada tahun ini, perseroan lebih fokus pada peningkatan kapasitas utilisasi jaringan yang sudah ada. Adapun investasi yang dilakukan akan diprioritaskan pada peningkatan layanan di segmen data.

XL Axiata juga termasuk perusahaan telekomunikasi yang gencar melakukan promosi dan inovasi produk layanan terbaru. Pada kuartal I-2013, anggaran iklan perseroan tercatat sebesar Rp 157,34 miliar dari Rp 131,01 miliar pada kuartal I-2012.

Reporter: Aria W. Yudhistira

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan