Medco Finalisasi Pinjaman US$ 300 Juta

Penulis:

Editor:

28/5/2013, 14.06 WIB

PT Medco Energi Internasional Tbk sedang memfinalisasi fasilitas pinjaman sebesar US 300 juta Bank Mandiri Tbk dan Standard Chartered Bank

Medco Energi
m.skalanews.com
KATADATA

JAKARTA - PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) sedang memfinalisasi fasilitas pinjaman sebesar US$ 300 juta atau sekitar Rp 2,9 triliun dari PT Bank Mandiri Tbk dan Standard Chartered Bank. Rencananya, penarikan pinjaman pertama akan dijadwalkan pada Juli 2013.

Sumber yang dikutip Investor Daily, 28 Mei 2013, mengatakan pinjaman tersebut akan dipakai sebagai pendanaan porsi Medco di proyek hulu Senoro. Sampai saat ini, progres konstruksi proyek pengembangan gas itu telah mencapai 15 persen. Proyek Hilir Senoro sudah mencapai 80 persen. Untuk proyek hilir, Medco sedang menunggu pendanaan dari Japan Bank for International Cooperation (JBIC).

Direktur Utama Medco Energi Lukman Mahfoedz mengatakan perseroan membutuhkan dana sampai US$ 280 juta untuk membiayai proyek hulu Senoro selama dua tahun. Perseroan telah mendapatkan komitmen pinjaman dari institusi keuangan.

Lukman menegaskan pembiayaan proyek hulu Senoro merupakan bagian dari belanja modal perseroan tahun ini yang mencapai US$ 550 juta. Dari belanja modal tersebut, sekitar US$ 230 juta dialokasikan untuk membiayai proyek hulu Senoro, serta beberapa proyek lainnya, seperti Donggi-Senoro LNG, Blok A Aceh, Area 47 Libya dan Blok Rimau. Sisanya US$ 220 juta akan digunakan untuk perawatan fasilitas produksi.

Lukman menambahkan perseroan juga akan memanfaatkan kas internal untuk memenuhi belanja modal. Saat ini kas perusahaan mencapai US$ 500 juta. Medco juga memiliki sisa pendanaan dari penawaran umum berkelanjutan (PUB) obligasi sebesar RP 500 miliar dari total Rp 2,5 triliun.

Perseroan telah melaksanakan dua tahan PUB obligasi senilai Rp 2 triliun. Pada kuartal I-2013, Medco membukukan laba bersih sebesar US$ 3,48 juta, turun 22,84 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Sedangkan pendapatan perseroan turun tipis 2,7 persen menjadi US$ 221,32 juta. Tahun ini, Lukman memperkirakan, produksi minyak dan gas perseroan akan mencapai 60-70 ribu boepd, tidak terlalu berbeda dengan tahun lalu.
 

Reporter: Muhammad Kahfi

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan