Rencana Akuisisi Merpati Berisiko Bagi CMNP

Penulis:

Editor:

29/5/2013, 11.12 WIB

Keinginan PT Citra Marga Nusaphalamengakuisisi PT Merpatidiperkirakan bakal membuat kinerja perseroan berisiko

bursa-saham-indonesia.jpg
KATADATA/
KATADATA

KATADATA ? Keinginan PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP), emiten di sektor infrastruktur dan jalan tol, untuk mengakuisisi PT Merpati Nusantara Airlines diperkirakan bakal membuat kinerja perseroan menjadi penuh risiko. Persoalannya, CMNP tidak berpengalaman di sektor penerbangan.

Selain itu, dengan mengakuisisi saham berarti CMNP akan menanggung beban utang Merpati yang saat ini mencapai Rp 6 triliun. Padahal, total aset CMNP hingga kuartai I-2013 hanya sebesar Rp 4,35 triliun dengan beban liabilitas sebesar Rp 1,42 triliun. Artinya, mengakuisisi Merpati tidak menguntungkan bagi perseroan.

CMNP dikenal sebagai perusahaan yang bergerak dalam penyelenggara ruas jalan tol dan infrastruktur. Saat ini, perseroan memiliki tiga entitas anak langsung, yakni PT Citra Margatama Surabaya, PT Citra Persada Infrastruktur, dan PT Citra Waspphutowa. Selain itu terdapat dua entitas anak tidak langsung, yakni PT Girder Indonesia dan PT Citra Persada Servis.

Seperti diberitakan CMNP berencana menggelontorkan dana Rp 800 miliar untuk mengakuisisi saham mayoritas Merpati. Dana tersebut akan diambil dari sebagian hasil penerbitan 30 persen saham baru (rights issue) dengan target Rp 1,2 triliun pada kuartal III mendatang.

Kendati demikian, rencana akuisisi Merpati tersebut bisa jadi merupakan upaya perseroan untuk melambungkan kinerjanya. Pada akhir tahun lalu, perseroan pernah mewacanakan untuk mengambil saham Bank Mutiara, namun pihak Lembaga Penjamin Simpanan, sebagai pemegang saham Bank Mutiara, menyatakan tidak pernah ada tawaran dari CMNP terkait rencana tersebut.

Dalam paparan publik perseroan pada, 29 November 2012, pihak CMNP pernah menyatakan berencana menerbitkan obligasi senilai Rp 1,2 triliun pada Maret 2013 yang ternyata kemudian tidak jadi dilakukan. Pihak perseroan kemudian menyebutkan, penerbitan obligasi akan dilakukan paling lambat Juni dan Oktober mendatang.

Rencananya, dana hasil penerbitan obligasi akan dipakai untuk menutupi sebagian belanja modal (capital expenditure) perseroan pada 2013 yang dialokasikan sebesar Rp 1,9 triliun. dana tersebut antara lain dipakai untuk keperluan proyek jalan tol Depok-Antasari, regular maintenance, dan rencana ekspansi. Adapun kebutuhan dana untuk proyek jalan tol Depok-Antasari diperkirakan mencapai Rp 1,54 triliun, yakni masing-masing Rp 1,06 triliun untuk konstruksi seksi 1 dan Rp 478 miliar untuk konstruksi seksi 2.

Pada perdagangan Selasa 28 Mei, saham CMNP ditutup menguat 20 poin menjadi Rp 1.900 per saham. 

Reporter: Aria W. Yudhistira

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan