Target Right Issue Hero Rp 2,98 Triliun

Penulis:

Editor:

3/6/2013, 10.10 WIB

PT Hero Supermarket Tbkmenargetkan memperoleh dana Rp 298 triliun dari penerbitan saham dengan hak memesan efek terlebih dahulu

bursa saham
Arief Kamaludin|KATADATA
KATADATA

KATADATA ? PT Hero Supermarket Tbk, emiten di bidang perdagangan ritel, menargetkan memperoleh dana Rp 2,98 triliun dari penerbitan saham dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau right issue. Perseroan berencana menerbitkan sebanyak 889,43 juta lembar saham atau 21,3 persen dari total jumlah saham dengan harga Rp 3.350 per saham.

Perseroan merencanakan menggunakan sekitar 37 persen  untuk ekspansi gerai, 10 persen dipakai untuk pembukaan gerai IKEA pertama yang berlokasi di Alam Sutera, Tangerang pada 2014. Lalu, 30 persen dipakai untuk melunasi sebagian utang perbankan dengan total nilai Rp 900 miliar, dan 20 persen dipakai untuk membayar pinjaman dari DFI Treasury Limited Rp 573,5 miliar.

Dalam right issue kali ini, perseroan memberikan kepada setiap pemegang 100 saham hak atas 27 HMETD. "Dalam setiap satu HMETD diberikan hak untuk membeli satu saham baru senilai Rp 3.350," sebut perseroan dalam prospektus singkat yang diumumkan hari ini.

Mulgrave Corporation BV, pemilik 63,59 persen saham perseroan mengalihkan HMETD kepada anak perusahaannya, The Dairy Farm Company Ltd. yang berperan sebagai pembeli siaga jika penawaran umum terbatas (PUT) IV ini tidak dilaksanakan seluruhnya.

Saat ini, HERO memiliki lima merek, yakni Hero Supermarket, Guardian, Starmart, Giant Hypermarket, dan IKEA, dengan jumlah mencapai 605 gerai. Pada tahun lalu, perseroan menghabiskan belanja modal sebesar Rp 947,9 miliar untuk pembebasan lahan, termasuk akuisisi lahan untuk gerai pertama IKEA.

Pada tahun ini, HERO menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 20,82 persen menjadi Rp 12,7 triliun dibandingkan pendapatan pada 2012. Sedangkan laba bersih ditargetkan sebesar Rp 362,9 miliar, naik 19,9 persen dari Rp 302,7 miliar. Hingga kuartal I-2013, perseroan berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp 2,7 triliun, naik 15 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Reporter: Heri Susanto dan Aria W. Yudhistira

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan