Akuisisi Danamon, Maju Kena Mundur Kena Bagi DBS

Penulis:

Editor:

4/6/2013, 10.10 WIB

Keputusan BIyang hanya mengizinkan DBS Group mengakuisisi 40 sahamBank Danamon menyebabkan bank tersebut berada pada posisi dilematis

bank dbs
KATADATA
KATADATA

KATADATA ? Keputusan Bank Indonesia (BI) yang hanya mengizinkan DBS Group mengakuisisi 40 persen saham PT Bank Danamon Tbk menyebabkan bank terbesar di Singapura tersebut berada pada posisi dilematis.

Di satu sisi, jika hanya mengakuisisi 40 persen maka sisa kepemilikan sebesar 27,37 persen saham Temasek di Bank Danamon harus dilepas. Di sisi lain, jika DBS Group membatalkan proses akuisisinya maka kesempatan untuk dapat mengembangkan pasar di Indonesia semakin kecil. Apalagi pasar perbankan di Indonesia masih sangat besar, seiring masih rendahnya akses penduduk terhadap layanan perbankan.

Pasar perbankan Indonesia saat ini tergolong sangat menguntungkan di kawasan Asia maupun dunia. Apalagi jika dibandingkan dengan pasar perbankan Singapura. Ini terlihat dari tingkat rasio imbal hasil terhadap ekuitas (RoE) dan aset perbankan dalam negeri yang tumbuh pesat. Pada 2012, tingkat RoE Bank Mandiri mencapai 27,2 persen, BRI sebesar 38,7 persen, BNI sebesar 19,9 persen, dan BCA sebesar 30,4 persen.

Sementara tingkat RoE tiga bank terbesar Singapura, yakni DBS, UOB, dan OCBC masing-masing  hanya 12,7 persen,12,8 persen, dan 18,3 persen.

Demikian pula dengan tingkat pertumbuhan laba yang terlihat dari CAGR lima tahun tiga bank BUMN, yakni Bank Mandiri sebesar 25,1 persen, BRI 25,7 persen, dan BNI 42,5 persen, serta BCA sebesar 15,6 persen. Pertumbuhan laba ketiga bank tersebut lebih tinggi dari tiga bank terbesar di Singapura yang hanya berkisar antara 10,1 persen sampai 17,9 persen.

Seperti diketahui, BI mengizinkan DBS-Group mengakuisisi 67,37 persen saham Bank Danamon asalkan pihak Monetary Authority of Singapore (MAS) memberikan kemudahan bagi perbankan Indonesia untuk beroperasi di sana.

?Sikap BI tidak akan berubah meski terjadi pergantian Gubernur dari Darmin Nasution kepada Agus Martowardoyo,? kata Lin Che Wei, analis pasar uang sekaligus founder Independent Research and Advisory Indonesia di Jakarta (4/6).

Lin Che Wei menilai akan lebih menguntungkan bagi Temasek untuk membatalkan transaksi ini. ?Lebih baik Temasek mempunyai 67 persen dibandingkan 40 persen melalui DBS.?

DBS Group dalam pernyataannya pada 3 Juni memutuskan untuk memperpanjang tenggat waktu untuk mengakuisisi Bank Danamon selama dua bulan hingga 1 Agustus 2013. DBS masih menunggu perkembangan yang signigfikan dari transaksi. Menurut Kareng Ngui, juru bicara DBS, pihaknya belum menerima salinan pemberitahuan dari BI terkait akuisisi yang hanya dibolehkan sebesar 40 persen.

Reporter: Aria W. Yudhistira

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha