Akuisisi Distributor, Kinerja Ti-Phone Terdongkrak

Penulis:

Editor:

4/6/2013, 10.10 WIB

Diperkirakan finalisasi akuisisi terhadap PT Mitra Telekomunikasi Selulardan PT Megafonakan tuntas pada akhir kuartal II2013

bursa-saham-indonesia-2.jpg
KATADATA/
KATADATA

KATADATA ? Kinerja PT Ti-phone Mobile Indonesia Tbk (TELE), emiten distributor voucher pulsa telepon dan produk telepon seluler (ponsel), berpotensi terdongkrak jika berhasil mengakuisisi dua distributor ponsel merek Apple dan Samsung. Ini didorong rata-rata penjualan produk ponsel pintar (smartphone) di Indonesia mencapai 143,3 persen.

Pada 2012, pendapatan perseroan dari penjualan produk ponsel hanya Rp 477,54 miliar atau 5,82 persen dari total pendapatan Rp 8,19 triliun. Sebagian besar pendapatan masih berasal dari penjualan voucher dan kartu perdana yang mencapai Rp 7,63 triliun. Secara fundamental, perseroan memiliki kinerja sangat baik dengan pertumbuhan laba pada 2012 sebesar 33 persen dan CAGR aset empat tahun sebesar 35,73 persen.

Dengan mengakuisisi dua perusahaan distributor tersebut, perseroan pernah menargetkan penjualan produk ponsel sebesar 30 persen dari total pendapatan perseroan yang ditargetkan Rp 12-13 triliun. ?Namun target itu kemungkinan baru akan terealisasi pada 2014 karena keterlambatan rencana akuisisi yang semula direncanakan dapat terealisasi pada awal 2013,? kata manajemen perseroan.

Diperkirakan finalisasi akuisisi terhadap PT Mitra Telekomunikasi Selular, distributor produk Apple, dan PT Megafon, distributor ponsel merek Samsung, akan tuntas pada akhir kuartal II-2013. Nilai akuisisi untuk kedua perusahaan tersebut diperkirakan mencapai Rp 400 miliar sampai Rp 500 miliar. ?Karena terlambat, target pendapatan tahun ini  berubah menjadi sekitar Rp 11 triliun sampai Rp 12 triliun.?

Jika berhasil direalisasikan, penjualan produk iPhone mencapai Rp 1 triliun setahun, Samsung antara Rp 2,5-3 triliun. Sementara produk Ti-phone ditargetkan Rp 500 miliar. Adapun total target penjualan dari bisnis voucher sekitar Rp 8 triliun-Rp 9 triliun. Dengan bertambahnya portofolio produk ponsel pintar, TELE menargetkan kenaikan rata-rata harga penjualan per unit dari US$ 20 menjadi US$ 80.

Ti-phone merupakan salah satu perusahaan distributor produk ponsel terbesar di Indonesia. Saat ini, perseroan memiliki 94 cabang, 146 outlet, 92 service centers, dan 180.000 active resellers. Dalam penjualan voucher dan kartu perdana, perseroan merupakan distributor terbesar bagi Telkomsel dengan pangsa pasar mencapai 12 persen dan 10 persen untuk XL Axiata pada 2012.

Kesuksesan Ti-phone tidak lepas dari Hengky Setiawan, Presiden Komisaris, yang juga Direktur Utama PT Upaya Cipta Sejahtera pemilik 46,58 persen saham TELE. Dia memulai bisnisnya pada awal 1990-an dengan membuka gerai voucher sembari menyelesaikan kuliah di Universitas Tarumanegara hingga akhirnya dipercaya Telkomsel untuk mendistribusikan produk voucher-nya. Wajah Hengki kerap hadir sebagai model di papan-papan iklan produk Ti-Phone.

Reporter: Aria W. Yudhistira

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan