Chairul Tanjung Akuisisi Telkom Vision

Penulis:

Editor:

7/6/2013, 10.10 WIB

CT Corpora perusahaan investasi milik Chairul Tanjung CT akan mengakuisisi 80 persen saham PT Indonusa Telemedia

bursa saham
Arief Kamaludin|KATADATA
KATADATA

KATADATA ? CT Corpora, perusahaan investasi milik Chairul Tanjung (CT), akan mengakuisisi 80 persen saham PT Indonusa Telemedia, anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Indonusa adalah operator TV berbayar Telkom Vision. Nilai kesepakatan itu diperkirakan kurang dari US$ 100 juta.

Sementara itu, berdasarkan laporan keuangan Telkom per 31 Maret 2013, nilai aset Indonusa Telemedia mencapai Rp 755 miliar. Tahun lalu, Indonusa membukukan pendapatan sebesar Rp 405 miliar. Telkom menguasai 100 persen saham Indonusa. Menurut Ishad, salah satu orang kepercayaan CT, rencananya kesepakatan dan proses akuisisi Telkom Vision akan selesai akhir Juni 2013.

Dikutip dari Investor Daily (7/6), manajemen Telkom menyatakan perseroan dan CT Corpora sepakat untuk menjalin kerja sama strategis untuk memperkuat Telkom Vision di industri TV berbayar di Indonesia. Namun mereka masih belum bisa mengungkapkan porsi saham masing-masing nantinya. Perseroan hanya menyebutkan bahwa Telkom menunjuk Morgan Stanley sebagai financial advisor eksklusif untuk transaksi tersebut.

Direktur Utama Telkom, Arief Yahya menegaskan CT Corpora merupakan inovator dan pemimpin di industri media dan customer related services. Arief mengatakan bahwa Telkom dan CT Corpora memiliki kesamaan dan berkomitmen untuk membangun platform TV berbayar terkemuka di Indonesia.

Chariman CT Corpora, Chairul Tanjung mengatakan Telkom Vision memiliki posisi yang unik di industri TV berbayar. Menurutnya, sinergi antara Telkom Vision dan CT Corpora akan berlangsung sangat baik. Telkom Vision akan bertindak sebagai penyedia infrastruktur, sedangkan CT Corpora sebagai penyedia konten.

Berdasarkan hasil riset Media Partners Asia, penetrasi TV berbayar pada 2012 di India mencapai 83 persen dari total household, Singapura 81 persen, dan Tiongkok 54 persen. Penetrasi di tiga negara tersebut jauh di atas Indonesia yang hanya sebesar 7 persen. Ini dapat mengindikasikan peluang pertumbuhan yang signifikan di industri TV berbayar kedepannya.

Reporter: Muhammad Kahfi

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan