Mengapa Hary Tanoe Akuisisi ANTV

Penulis:

Editor:

22/7/2013, 14.06 WIB

Selangkah lagi rencana akuisisi Grup Media Nusantara Citra MNC Media terhadap stasiun televisi ANTV bakal terwujud Diperkirakan akuisisi ini akan ditetapkan pada September mendatangSecara prinsip Grup MNC Media dan pemilik ANTV

Harry Tanoe Soedibyo
KATADATA
Hary Tanoesoedibjo (Hanura.com)

KATADATA ? Selangkah lagi, rencana akuisisi Grup Media Nusantara Citra (MNC Media) terhadap stasiun televisi ANTV bakal terwujud. Diperkirakan akuisisi ini akan ditetapkan pada September mendatang.

"Secara prinsip, Grup MNC Media dan pemilik ANTV (Grup VIVA) sudah sepakat terkait dengan akuisisi tersebut," ujar Arya Sinulingga, Sekretaris Perusahaan PT Media Nusantara Citra Tbk saat dihubungi Katadata di Jakarta (19/7).

MNC Media adalah grup bisnis media yang memiliki jangkauan paling luas di Indonesia, sekaligus memiliki beragam media mulai dari televisi, televisi berbayar, koran, majalah, tabloid, radio hingga media online. Melalui jaringan RCTI, Global TV dan MNCTV, MNC Media menguasai 38 persen pangsa pemirsa Indonesia. Grup ini mengklaim sebagai kelompok media terbesar dan terintegrasi di Asia Tenggara.

Total pendapatan MNC Media pada 2012 mencapai Rp 8,9 triliun dengan laba bersih Rp 1,3 triliun. Total aset mencapai hampir Rp 20 triliun dengan beban kewajiban Rp 5,7 triliun dan ekuitas Rp 14,3 triliun. Rasio kewajiban terhadap ekuitas masih sekitar 0,4 kali.

Sedangkan, Grup VIVA atau PT Visi Media Asia Tbk merupakan kelompok media papan atas yang terafiliasi dengan Grup Bakrie. VIVA mengendalikan dua stasiun televisi, yakni ANTV dan tvOne, serta portal online viva.co.id. Tahun lalu, VIVA memperoleh seluruh hak siar FIFA World Cup 2014 Brasil, termasuk hak siar TV non berlangganan, TV berbayar, radio hingga telepon bergerak.

Total pendapatan VIVA pada 2012 mencapai Rp 1,2 triliun dengan laba bersih Rp 72,9 miliar. Nilai total aset Grup VIVA mencapai Rp 2,99 triliun dengan beban kewajiban Rp 1,3 triliun dan ekuitas Rp 1,7 triliun. Rasio kewajiban terhadap ekuitas mencapai 0,79 kali.

katadata

Saat ini, menurut Arya, kedua pihak sedang dalam proses akuisisi tersebut. Proses due diligence atau uji tuntas belum sepenuhnya selesai. "Kami tentunya ingin secepatnya selesai," katanya. Namun, Arya mengingatkan tidak menutup kemungkinan transaksi ini batal sebelum kesepakatan akhir diteken. "Namanya juga jual beli, bisa saja batal."

Kabar yang beredar di kalangan ANTV, akuisisi ini akan diresmikan pada September mendatang. Kepada otoritas bursa efek Indonesia, belum lama ini Neil R Tobing, Sekretaris Perusahaan Grup VIVA membenarkan pihaknya melakukan penjajakan kerjasama dan sinergi dengan grup media lain, termasuk tidak terbatas pada partisipasi pengelolaan unit usaha penyiaran.

Kendati sudah memiliki tiga stasiun televisi, menurut Arya, Grup MNC masih berminat membeli ANTV lantaran untuk pengembangan bisnis. Selain sudah memiliki segmen pemirsa tersendiri, ANTV juga memiliki jaringan stasiun TV yang menyebar di seluruh wilayah Indonesia.

Apalagi, ANTV memiliki keunggulan khusus yang tidak dimiliki oleh stasiun TV yang dikendalikan oleh Hary Tanoesoedibjo ini. "ANTV punya keunggulan di segmen olahraga," kata dia.

ANTV selama ini memang dikenal sebagai pemegang hak eksklusif penayangan Indonesia Super League (ISL) yang merupakan kompetisi kasta tertinggi di Indonesia. ISL bahkan menjadi program sepak bola lokal terfavorit yang dapat bersaing dengan liga terkemuka dunia dan selalu mendapatkan rating tertinggi di jam tayangnya. Selain di segmen sport, ANTV juga dikenal mempunyai keunggulan di segmen Female melalui penayangan acara gaya hidup dan hiburan, seperti Pesbukers.

Selain unggul di segmen tertentu, ANTV yang 100 persen sahamnya dimiliki oleh Grup VIVA juga menjadi salah satu penopang utama pendapatan Grup VIVA. Total aset stasiun TV yang dikelola melalui PT Cakrawala Andalas Televisi mencakup lebih dari 25 persen aset grup, yakni sebesar Rp 989,6 miliar pada akhir 2012. Bersama tvOne, ANTV berhasil meraih porsi iklan 14 persen di Indonesia.

katadata

Selain itu, dari total 34 stasiun transmisi yang dimiliki oleh Grup VIVA, sebanyak 23 stasiun atau hampir 70 persen dari jaringan transmisi yang dikendalikan grup ini adalah atas nama ANTV atau Cakrawala Andalas Televisi. Sisanya, atas nama PT Lativi Media Karya atau dikenal dengan tvOne. Melalui jaringan 34 stasiun tersebut, Grup Bakrie bisa menjangkau lebih dari 170 kota dan kabupaten di Indonesia dengan lebih dari 143 juta penduduk.

Dalam pemberitaan media massa sebelumnya, bos Grup MNC Media Hary Tanoesodibjo yang tengah melaju sebagai kandidat Wakil Presiden RI ini mengaku akan membeli mayoritas saham ANTV. Pihak MNC juga sudah mengalokasikan dana untuk pembelian tersebut, termasuk kemungkinan mencari dana dari luar.

Sebelumnya, dikabarkan MNC Media menang dalam tender tertutup penjualan saham ANTV yang diikuti oleh sejumlah penawar. Selain MNC, penawar lainnya adalah CT Corp yang dikontrol oleh pengusaha Chairul Tanjung, pemilik stasiun televisi Trans7 dan TransTV.

Reporter: Heri Susanto

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan