Harga Rumah di Jakarta Pusat Rata-Rata Rp 8 Miliar

Penulis: dan Tim Redaksi Katadata

22/10/2013, 00.00 WIB

Ratarata harga rumah menengah berukuran 80 150 meter persegi di Jakarta sudah di atas Rp 1 miliar Sementara harga rumah tipe atas di Jakarta Pusat ratarat

1915.jpg
Arief Kamaludin | KATADATA
KATADATA | Donang Wahyu

KATADATA ? Rata-rata harga rumah menengah  berukuran 80 - 150 meter persegi di Jakarta sudah di atas Rp 1 miliar. Sementara harga  rumah tipe atas di Jakarta Pusat rata-rata harganya mencapai Rp 8,25 miliar. Data ini diperoleh dari Survei Harga Properti Residensial di Pasar Sekunder DKI Jakarta yang dilakukan BI. Menurut hasil survei BI itu tercatat rata-rata harga properti residensial secara tahunan naik 17,45 persen.

Kenaikan itu terjadi di semua tipe, baik rumah segmen menengah dan segmen atas (luas lebih dari 150 meter persegi). Namun kenaikan tertinggi terjadi di rumah segmen atas (17,71 persen). Berdasarkan wilayah, kenaikan harga paling tinggi terjadi di Jakarta Pusat (19,37 persen qtq). Sementara itu, wilayah Jakarta Barat mengalami kenaikan harga terendah (15,31 persen).

Sementara untuk harga tanah di pasar sekunder tumbuh lebih tinggi dibanding harga rumah. Secara tahunan, harga tanah pada triwulan II-2013 naik 20,17 persen. Berdasarkan wilayah kenaikan harga tanah paling tinggi terjadi di Jakarta Pusat (22,14 persen) dan Jakarta Selatan (20,30 persen).

Secara triwulanan, harga tanah naik 4,15 persen pada triwulan II/2013. Angka itu lebih tinggi dari kenaikan harga properti. Jakarta pusat menjadi wilayah dengan kenaikan harga tanah tertinggi (4,32 persen), terutama di Kecamatan Menteng dan Kemayoran. Sedangkan harga properti di pasar sekunder naik 3,63 persen. Peningkatan harga tertinggi terjadi pada rumah segmen menengah sebesar 3,74 persen. Kenaikan harga tertinggi pada segmen ini terutama terjadi di kecamatan Ciganjur 94,38 persen (qtq) dan Ancol Metro Marina (4,34 persen qtq).

Peningkatan harga tertinggi rumah segmen atas terutama terjadi di Kecamatan Kemayoran (4,93 persen) dan Kecamatan Duren Tiga-Pancoran (4,57 persen). Namun berdasarkan wilayah, peningkatan harga rumah tertinggi terjadi di wilayah Jakarta Pusat (3,8 persen) baik pada rumah segmen atas maupun menengah. Harga rumah tipe atas di Jakarta Pusat rata-rata mencapai Rp 8,25 miliar (Lihat Tabel).

Untuk membeli properti, sebagian besar konsumen (58,62 persen) memilih kredit kepemilikan rumah (KPR) dan pembayaran secara tunai bertahap (25,86 persen). Hanya 15,52 persen responden melakukan pembelian dalam bentuk tunai.

Baru-baru ini, Bank Indonesia (BI) juga telah mengeluarkan kebijakan untuk memperketat pembelian properti melalui kredit pemilikan rumah (KPR). Bagi debitur yang memiliki kredit properti lebih dari satu, akan dikenakan uang muka lebih besar dibanding sebelumnya.

Pembelian rumah melalui fasilitas KPR lebih banyak dipilih calon konsumen ketimbang membeli dengan tunai. Bahkan BI mencatat sebanyak 35 ribu orang memiliki fasilitas KPR lebih dari satu. Bahkan, tak sedikit orang yang memiliki fasilitas sembilan KPR.

Kebijakan bank sentral terutama didorong oleh kenaikan harga rumah yang semakin tinggi, terutama harga di atas Rp 1 miliar. Hal itu akan mengerek harga rumah di bawahnya. BI bukan hanya khawatir kenaikan harga rumah akan menimbulkan bubble, namun juga khawatir masyarakat yang benar-benar membutuhkan rumah akan kesulitan karena harganya tak terjangkau.

Reporter: Nur Farida Ahniar

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan