Bersinar dan Meredupnya BlackBerry

Penulis:

Editor:

29/10/2013, 11.00 WIB

BlackBerry dikabarkan akan mengubah status perusahaan menjadi perusahaan tertutup ataugo private

blackberry
Agung Samosir|KATADATA
KATADATA | Agung Samosir

KATADATA ? BlackBerry dikabarkan akan mengubah status perusahaan menjadi perusahaan tertutup atau go private. Konsorsium yang dipimpin Fairfax Financial Holdings Ltd, sebagai pemegang saham terbesar, telah menyiapkan dana senilai US$ 4,7 miliar untuk menyelesaikan transaksi tersebut.

Rencana BlackBerry ini dilakukan setelah perusahaan mengalami kerugian akibat pangsa pasarnya yang merosot dalam beberapa tahun terakhir.
 
BlackBerry sempat mengalami masa keemasan ketika berhasil menembus angka 10 juta pelanggan pada 2007. Ini sekaligus membuat perusahaan yang sebelumnya bernama Research in Motion (RIM) menjadi perusahaan paling berharga di Kanada. Namun masa keemasan itu berangsur-angsur memudar, setelah Google meluncurkan platform gratis Android pada akhir 2007.
 
Sejumlah produk yang diluncurkan RIM gagal di pasar, seperti BlackBerry Torch dan PlayBook pada akhir 2010 dan 2011. Kedua produk tersebut kalah dari iPhone dan iPad, produk yang dikeluarkan Apple, kompetitornya. BlackBerry bahkan menunda meluncurkan BlackBerry 10 hingga awal 2013.
 
Pada Januari 2013, perusahaan mengubah nama dari RIM menjadi BlackBerry Limited. Harga saham terus merosot hingga ke level terendah dalam satu dekade terakhir. Pada 28 Juni 2013, harga saham BlackBerry turun 28 persen setelah perusahaan mengumumkan kerugian dan hasil penjualan BlackBerry 10 yang mengecewakan.
 
Pada September 2013, BlackBerry menyatakan kemungkinan akan kembali mengalami kerugian, dan mengumumkan rencana untuk mengurangi lebih dari sepertiga pekerjanya. Hingga akhirnya BlackBerry Limited menandatangani kesepakatan dengan konsorsium yang dipimpin Fairfax Financial Holdings Ltd senilai US$ 4,7 miliar untuk melakukan go private.
 
Indonesia merupakan salah satu pengguna BlackBerry terbesar di dunia. Pada 2011 lalu, RIM sengaja meluncurkan produk terbarunya BlackBerry Bellagio di Indonesia yang kemudian dihentikan pihak kepolisian karena terjadi kericuhan. Pada 23 Oktober lalu, BlackBerry membuka akses sistem operasinya untuk diunduh secara gratis di perangkat yang menggunakan aplikasi Android.

Reporter: Aria W. Yudhistira

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan