Upah Buruh Indonesia Lebih Murah dari China

Penulis:

Editor:

4/11/2013, 11.00 WIB

Kenaikan upah buruh di Indonesia tergolong salah satu yang tertinggi di kawasan Asia Tenggara mengalahkan sejumlah negara lainnya

demo-buruh
KATADATA
KATADATA

KATADATA ? Kenaikan upah buruh di Indonesia tergolong salah satu yang tertinggi di kawasan Asia Tenggara, mengalahkan sejumlah negara lainnya. Namun, upah buruh Indonesia masih lebih murah dibandingkan dengan Thailand dan China.

Asosiasi serikat pekerja di Indonesia beralasan upah minimum buruh di Indonesia seharusnya minimal Rp 3,7 juta per bulan. Mereka membandingkan dengan sejumlah negara lain, seperti Philipina, Thailand dan China yang memiliki upah jauh lebih tinggi dibandingkan upah di Indonesia.

Mengacu pada data Bank Dunia dan IFC dalam Doing Business terlihat bahwa sepanjang tujuh tahun terakhir (2007 - 2013), sejatinya kenaikan upah minimum di Indonesia tergolong tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Kenaikan upah minimum di Indonesia mencapai rata-rata 13 persen setiap tahunnya.

Kenaikan terbesar terjadi untuk upah minimum regional (UMR) 2013 yang mencapai hampir 50 persen menjadi Rp 2,2 juta per bulan. Untuk 2014, usulan kenaikan upah minimum untuk wilayah propinsi DKI Jakarta sebesar Rp 3,7 juta, namun Gubernur Joko Widodo hanya menyetujui kenaikan menjadi Rp 2,44 juta per bulan.

Tingkat upah minimum di Indonesia masih lebih rendah dibandingkan dengan Thailand yang mencapai sebesar US$ 248 atau Rp 2,36 juta per bulan pada 2013. Kendati tingkat upahnya lebih tinggi, namun rata-rata pertumbuhan kenaikan upah di Thailand masih lebih rendah, yakni sebesar 10 persen per tahun.

Seperti halnya Indonesia, upah buruh di China juga mengalami kenaikan rata-rata cukup tinggi, yakni mencapai 14 persen per tahun. Pada 2013, upah minimum pekerja di Indonesia masih lebih rendah, kendati sudah semakin mendekati, yakni selisih sekitar Rp 100 ribu. Padahal, beberapa tahun sebelumnya, selisih upah buruh Indonesia dengan China masih cukup besar.

China yang kerap dianggap sebagai negara dengan upah buruh yang murah menetapkan upah minimum sebesar US$ 242 atau Rp 2,3 juta per bulan. Bahkan, China kerap dituding miring menjual barang murah karena membayar buruhnya dengan upah yang rendah.

Akan halnya Vietnam. Negara ini justru merupakan negara dengan pertumbuhan kenaikan upah minimum tertinggi di Asean. Sepanjang tujuh tahun terakhir, kenaikan upah minimum di Vietnam mencapai 21 persen. Namun, kendati mengalami rata-rata kenaikan paling tinggi, upah di Vietnam masih tergolong kecil, yakni hanya sekitar 73 US$ atau sekitar Rp 700 ribu per bulan.

Reporter: Heri Susanto

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan