BI Permudah Pasar Repo Antar-Bank dengan MRA

Penulis:

Editor:

17/12/2013, 00.00 WIB

Bank Indonesia BI mendorong penguatan pasar uang baik rupiah maupun valuta asing valas di dalam negeri Penguatan ini dilakukan dengan menginisiasi pembentukan kerjasama antarbank melaluiMaster Repurchase AgreementMRA

2399.jpg
Arief Kamaludin | KATADATA
KATADATA | Bernard Chaniago

KATADATA ? Bank Indonesia (BI) mendorong penguatan pasar uang, baik rupiah maupun valuta asing (valas), di dalam negeri. Penguatan ini dilakukan dengan menginisiasi pembentukan kerjasama antar-bank melalui Master Repurchase Agreement (MRA) delapan bank nasional.

Difi A Johansyah, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, mengatakan kerjasama tersebut akan digunakan untuk mempermudah kegiatan transaksi repo antarbank. ?Pasar keuangan kita tidak sedalam di luar negeri. Jadi butuh waktu agar repo bisa memasyarakat,? kata dia di Gedung BI, Jakarta, Selasa (17/12).

MRA adalah perjanjian yang dilakukan antarbank dalam pasar repo valas dengan jaminan surat berharga.  Dengan adanya MRA, diharapkan akan memperbanyak alternatif bagi bank untuk mengatasi kesulitan likuiditas. ?Dengan demikian pasar akan tambah dalam, ketahanan sistem finansial Indonesia menjadi kuat,? kata ekonom BI Pribadi Santoso.

Dalam kesempatan yang sama, Head of Treasury PT Bank Mandiri Panji Irawan mengatakan sebelum ada mini MRA ini, proses transaksi peminjaman antarbank berlangsung rumit. Dia menjelaskan, dalam transaksi MRA ini proses jual beli agunan akan terjadi sekaligus. Misalnya, jika pinjaman tidak dibayarkan sesuai tenggat waktu yang disepakati, maka surat berharga yang dijadikan jaminan bisa dijual oleh pemberi pinjaman.

Selain itu, dengan adanya MRA transaksi di antara kedelapan bank akan bisa lebih cepat, karena tak perlu melakukan peninjauan kembali. Dengan kemudahan ini, diharapkan pasar uang bank lebih tahan terhadap gejolak, sekaligus pengelolaan likuiditas oleh perbankan menjadi lebih fleksibel.

Kedelapan bank yang menjalin kerjasama tersebut adalah Bank Mandiri, Bank Central Asia (BCA), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI),  Panin Bank Indonesia, Bank Jabar Banten (BJB), Bank DKI, dan Bank Bukopin.

 

Reporter: Desy Setyowati

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan