Sepanjang 2013, Indeks Saham Turun 1 Persen

Penulis:

Editor:

30/12/2013, 00.00 WIB

Indeks harga saham gabungan IHSG naik 61197 poin 145 persen pada penutupan bursa hari ini Senin 30 Desember 2013 menjadi 4274177 Sehingga sepanjang tahun IHSG turun 4251 poin dibanding awal tahun ini atau turun hampir 1 persen

3078.jpg
Arief Kamaludin | KATADATA
KATADATA | Agung Samosir

KATADATA ? Indeks harga saham gabungan (IHSG) naik 61,197 poin (1,45 persen) pada penutupan bursa hari ini, Senin 30 Desember 2013 menjadi 4274,177. Sehingga sepanjang tahun IHSG turun 42,51 poin dibanding awal tahun ini atau turun hampir 1 persen (-0,98 persen) dibanding akhir tahun lalu di level 4.274,18.

Meski membukukan pencapaian negatif, namun pada tahun ini IHSG pernah mencapai rekor indeks tertinggi sepanjang sejarah dengan ditutup pada level 5,214,97 pada 20 Mei 2013.

Dari sisi nilai kapitalisasi pasar saham meningkat tipis sebesar 0,87 persen dari Rp 4.127 triliun pada akhir Desember 2012 menjadi Rp 4.163 triliun pada 27 Desember 2013. Sedangkan dari sisi likuiditas transaksi harian saham meningkat 37,68 persen yaitu Rp 4,54 triliun pada 2012 menjadi Rp 6,25 triliun pada 2013.

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito mengatakan pada tahun 2013 BEI berhasil mencatatkan rekor jumlah emiten saham baru tertinggi dalam satu tahun selama 15 tahun terakhir, dengan jumlah emiten saham baru mencapai 31 emiten, melebihi target yang telah ditetapkan yaitu 30 emiten baru.

Naiknya jumlah emiten itu juga memicu naiknya rata-rata frekuensi transaksi harian saham sebesar 26,51 persen menjadi 153.975 kali transaksi sepanjang tahun 2013, jika dibandingkan perolehan di tahun 2012 hanya sebesar 121.712 kali transaksi. Selain itu, Ito mengatakan, rata-rata volume transaksi harian saham periode Januari-Desember 2013 juga naik sebesar 28,51 persen mencapai 5,50 miliar lembar saham, jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2012 hanya mencapai sebesar Rp 4,28 miliar saham.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman Hadad mengatakan, penurunan indeks disebabkan guncangan dari faktor eksternal dan internal. Jika dibandingkan kondisi per 27 Desember, bursa Thailang (SET) menjadi yang terburuk di ASEAN dengan minus 7,37 persen. IHSG kalah dengan Malaysia (KLCI) yang tumbuh 11,13 persen dan Filipina (PSEi) sebesar 0,49 persen. Indeks bursa regional tertinggi dipegang oleh Jepang (Nikkei 225) yang naik 51,37 persen. "Kita perlu mensyukuri kondisi ini meski indeks tidak meningkat seperti tahun sebelumnya. Tapi kondisi ini cukup kondusif walaupun Amerika Serikat dan Eropa bergejolak," tutur Muliaman.

Reporter: Nur Farida Ahniar

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan