WAWANCARA: Ini Bonus Bagi Demokrasi

Penulis: Tim Publikasi Katadata

22/4/2014, 16.09 WIB

Sekarang PNPM menjadi contoh di dunia. Ini menandakan kekurangannya tidak terlalu banyak. Demokrasi di tingkat grass root ini sebetulnya hasil sampingannya.

Boediono
KATADATA | Bernard Chaniago

SEJARAH  PNPM Perdesaan tak bisa dilepaskan dari sosok Boediono. Guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada ini ikut membidani kelahirannya pada 1998, saat menjabat sebagai Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional di era pemerintahan Presiden B.J. Habibie. Proyek nasional yang awalnya bernama Program Pengembangan Kecamatan (PPK) ini disiapkannya bersama Bank Dunia untuk mengatasi ledakan kemiskinan sebagai imbas dari krisis moneter.

Setelah program ini lahir, ia absen cukup lama. Sebab, setahun kemudian ia digantikan oleh Kwik Kian Gie ketika pemerintahan berpindah ke tangan Presiden Abdurrahman Wahid. Saat kembali masuk kabinet pada 2001 di era Presiden Megawati Soekarnoputri, posisinya sebagai Menteri Keuangan menggantikan Rizal Ramli pun mengharuskannya fokus pada upaya memperkuat rupiah dan menjinakkan inflasi. Berkat keberhasilannya, ia dijuluki Majalah Businessweek sebagai burung pemangsa inflasi, a hawk of inflation.

Ia baru kembali bisa berkonsentrasi pada pengembangan PNPM, ketika didapuk menjadi Menteri Koordinator Perekonomian oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada akhir 2005, hingga kini menjabat Wakil Presiden. Melihat rekam-jejaknya yang panjang, tak mengherankan Boediono fasih memaparkan liku-liku perjalanan 15 tahun PNPM dalam wawancara khusus dengan tim KATADATA di kediaman resminya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, akhir Mei lalu.

Bagaimana dasar pemikiran pembentukan PPK?

PPK diluncurkan pada 1998, ketika Indonesia dilanda krisis ekonomi. Saya waktu itu Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas. Program ini pertama kali diluncurkan di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Kemudian menggelinding dan dilakukan di kecamatan-kecamatan lain. Jumlahnya tidak besar, tapi terus membesar. Di masa krisis, kita membutuhkan respon cepat terhadap penurunan kesejahteraan yang mendadak. Krisis menyebabkan pemutusan hubungan kerja, anak putus sekolah, dan kemacetan pelayanan kesehatan.

Bagaimana bentuknya?

Pada dasarnya, program ini dibuat untuk membuka ruang bagi komunitas dalam menyampaikan apa yang dibutuhkan. Pelaksanaannya langsung dari pusat ke kecamatan dan pertanggungjawabannya pun cepat. Sehingga tidak perlu bertele-tele, seperti dalam proyek-proyek biasa dari APBN.

Evaluasi Anda?

Setelah tahun 1999 saya sempat berhenti dari pemerintahan dan kembali pada 2001 (sebagai Menteri Keuangan), saya tidak langsung menangani ini. Baru setelah 2005 (sebagai Menko Perekonomian) saya kembali menanganinya. Saya senang, berbagai penyimpangan yang terjadi tidak terlalu banyak. Program ini disiapkan dengan matang dari segi kelembagaan dan organisasinya. Bank dunia memberikan dukungan desain dan pengalaman lain yang diambil dari beberapa negara.

Kekurangan atau kelemahan yang masih ada?

Saya kira sedikit. Memang ada yang tidak melaksanakan dengan baik, tapi persentasenya kecil. Sekarang PNPM menjadi contoh di dunia. Ini menandakan kekurangannya tidak terlalu banyak. Demokrasi di tingkat grass root ini sebetulnya hasil sampingannya. Tumbuh suatu mekanisme kelompok-kelompok dari masyarakat yang bisa melakukan sesuatu, mengambil keputusan, dan sebagainya. Kita harapkan komunitas kecil-kecil ini bisa bangkit. Saya kira, ini bonus bagi kita untuk membangun demokrasi di tingkat grass root.

Bagaimana mengukur dampak dari program ini terhadap pemberantasan kemiskinan?

PNPM berbeda dari program-program yang langsung diberikan kepada rumah tangga atau individu. PNPM adalah program yang sebenarnya bukan berupaya meningkatkan derajat kesejahteraan per individu atau rumah tangga. Tapi lebih diarahkan ke desa yang miskin. Tentu tidak akan bisa langsung dihitung benefit-nya berapa, tapi suasana di situ sudah menjadi lebih baik. Ada air bersih dan jalan, misalnya. PNPM ini adalah pembangunan yang memberikan manfaat untuk public group, bukan manfaat langsung untuk individu.

Anda menegaskan PNPM akan dilanjutkan minimal sampai 2014…

Pemerintah sekarang hanya bisa menyampaikan komitmen sampai akhir masa tugas kami. Tapi, jika distop sayang.

Kritik lain adalah soal jenis PNPM yang semakin berkembang sehingga tidak fokus...

Konsep dasar PNPM adalah perdesaan-perkotaan. Saya menginginkan agar bisa lebih disederhanakan.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha