Sarat Pengalaman, Lukman Mahfoedz Dianggap Layak Jabat Menteri ESDM

Penulis:

Editor:

Senin 11/8/2014, 18.26 WIB

Selama ini jabatan Menteri ESDM selalu diisi figur yang terafiliasi dengan partai politik yang berkuasa atau dekat dengan pemerintah

kementerian esdm
KATADATA
KATADATA | Arief Kamaludin

KATADATA ? Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla saat ini tengah menggodok nama-nama calon menteri yang akan masuk dalam administrasinya. Salah satu kementerian yang disiapkan untuk diisi kalangan profesional adalah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Sebelumnya disebutkan mantan Kepala BP Migas R Priyono dan mantan Direktur Utama Pertamina Ari H Soemarno sebagai calon menteri ESDM. R Priyono dianggap sebagai unsur birokrat yang memahami seluk beluk industri minyak dan gas (migas) di Indonesia. Sementara Ari Soemarno dinilai mewakili unsur profesional.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

(Baca: Raden Priyono dan Ari Soemarno Disebut Calon Kuat Menteri ESDM)

Katadata mencoba menjaring sejumlah nama lain yang dinilai layak untuk menempati posisi ini. Salah satunya adalah Lukman Ahmad Mahfoedz yang saat ini menjabat Presiden Direktur & CEO PT  Medco Energi Internasional Tbk. Lulusan Institut Teknologi Surabaya dengan gelar Insinyur Teknik Mesin pada 1980 telah berkarir lebih dari 30 tahun di berbagai perusahaan di sektor industri migas.

Di Medco, karirnya dimulai sejak 2005 sebagai Direktur Utama PT Medco E&P Indonesia, dan pada 2008 mulai aktif di MedcoEnergi sebagai Corporate Project Director, posisi yang dijabat hingga diangkat menjadi Direktur Utama pada Mei 2011.

Saat ini Mahfoedz juga menjabat sebagai Presiden Indonesia President Association (IPA), asosiasi yang beranggotakan perusahaan-perusahaan migas di Indonesia. Pengalamannya di bidang energi ini dinilai cukup untuk memimpin Kementerian ESDM.

?Beliau ini seorang profesional yang baik. Pengalaman memimpin asosiasi dan perusahaan energi besar seperti IPA dan Medco merupakan sebuah rekam jejak yang bukan gampang,? tutur peneliti Research Institute for Mining and Energy Economics (ReforMiner Institute) Komaidi kepada Katadata, Sabtu (9/8).

Menurut Komaidi, kepemimpinan Kementerian ESDM selama ini merupakan sebuah posisi yang cukup strategis. Alhasil, dari periode ke periode jabatan tersebut selalu diisi figur yang terafiliasi dengan partai politik yang berkuasa atau ?dekat? dengan pemerintah.

Dia menilai, figur dari kalangan profesional akan sulit memegang jabatan tersebut jika tidak mampu diterima di lingkungan politik.

?Idealnya memang jangan lagi orang partai. Sebaiknya dari kalangan profesional sehingga nantinya tidak akan ada intervensi dari partai. Profesional saya rasa akan lebih bisa meng-handle sektor energi secara efektif dan tepat,? ujarnya.

Menurutnya, sosok Mahfoedz merupakan profesional yang lebih mudah diterima di lingkungan politik karena kedekatannya dengan beberapa tokoh politik nasional.

(Baca: Tiga Tantangan Jokowi dalam Menyusun Kabinet)

Ketua Umum Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Rovicky Dwi Putrohari tidak meragukan kapasitas Mahfoedz di bidang energi. Namun yang menjadi persoalan, apakah pria kelahiran 1954 itu mampu menyelesaikan berbagai masalah di bidang mineral yang selama ini bukan merupakan konsentrasinya.

?Bidang mineral justru yang nanti masih terbatas,? kata dia. 

Petrus Lelyemin

Reporter: Redaksi