Faisal Tuntut Pertamina Buka Data Ongkos Produksi BBM

Penulis: Aria W. Yudhistira

24/11/2014, 15.35 WIB

Data yang perlu dibuka antara lain terkait ongkos produksi BBM premium maupun pertamax

Katadata
KATADATA | Arief Kamaludin
Pertamina dituntut untuk membuka data biaya produksi BBM.

KATADATA ? PT Pertamina (Persero) diminta membuka data biaya produksi bahan bakar minyak (BBM). Keterbukaan data akan memperjelas perhitungan harga riil BBM yang dijual di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi Faisal Basri mengatakan, tertutupnya data akan menimbulkan kecurigaan sehingga menimbulkan silang sengketa di masyarakat. Adapun data yang perlu dibuka antara lain, terkait ongkos produksi BBM premium maupun pertamax.

?Saya tuntut ke Menteri ESDM (data BBM) untuk dibuka ke publik. Dibuka semua ini terkait ongkosnya,? kata dia di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (24/11).

Selain itu, Faisal juga mengingatkan agar Pertamina berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan. Salah satunya adalah mengenai elastisitas harga premium terhadap konsumsi pertamax.

Pertamina sebelumnya mengatakan konsumsi pertamax akan mengalami kenaikan sebesar 400 persen setelah kenaikan harga premium sebesar Rp 2.000 per liter. Faisal menilai perhitungan tesebut tidak masuk secara logika.

Dalam perhitungannya, kenaikan harga BBM subsidi jenis premium sekitar 30 persen tersebut hanya akan meningkatkan konsumsi pertamax sebesar 60 persen. ?Kami kan punya ilmu price elasticity of demand,? ujarnya.

Reporter: Arnold Sirait

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN