Bank Infrastruktur Asia Siap Danai Indonesia Tahun Depan

Penulis: Safrezi Fitra

10/4/2015, 11.08 WIB

Pembiayaan dari AIIB ini akan digunakan untuk mendanai proyek infrastruktur strategis

Infrastruktur
Arief Kamaludin|KATADATA

KATADATA ? Bank Infrastruktur Asia (Asian Infrastructure Investment Bank/AIIB), dipastikan siap mendanai proyek infrastruktur Indonesia mulai tahun depan. Pembiayaan dari AIIB ini akan digunakan untuk mendanai proyek infrastruktur strategis.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan bank tersebut baru akan beroperasi secara penuh pada akhir tahun ini. Makanya kemungkinan besar AIIB baru akan bisa ikut membiayai proyek infrastruktur di Indonesia pada 2016.

Sebagai anggota, peluang untuk mendapatkan pembiayaan dari bank infratruktur yang baru dibentuk ini cukup besar. Apalagi modal pembentukan bank tersebut mencapai ratusan miliar dolar Amerika Serikat.

Dalam nota kesepahaman dalam (MoU) pembentukan AIIB, telah disepakati modal dasarnya sebesar US$ 100 miliar dan modal disetor US$ 20 miliar. Cina, sebagai negara penggagas bank ini menyetorkan modal hingga US$ 50 miliar.

Tanpa menyebutkan angka pastinya, Bambang mengatakan iuran awal setiap anggota AIIB sudah ditentukan besarannya. Namun, hingga saat ini Indonesia belum menyetorkan iuran tersebut. "Nantilah kami siapkan (dana iurannya) nanti. Full operation-nya juga baru akhir tahun. Jadi kami siapkan untuk 2016," kata Bambang di Gedung Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Jakarta, Kamis (9/4).

Deputi Pendanaan Pembangunan Bappenas Wismana Adi Suryabrata mengatakan pihaknya siap mengarahkan pembiayaan AIIB ke sektor infrastruktur strategis. Namun, hal ini masih harus menunggu kesiapan AIIB secara operasional terlebih dahulu.

"Nanti kami cek keinginan mereka (AIIB) masuk ke sektor infrastruktur apa. Setelah itu, kami akan koordinasikan dengan Kementerian Keuangan," kata Wismana.

AIIB merupakan bank yang digagas oleh Cina, untuk membiayai pembangunan infrastruktur di Asia. Saat ini anggota AIIB tercatat sebanyak 37 negara, termasuk Indonesia.

Ada kekhawatiran Cina sengaja membentuk bank ini untuk bersaing dengan Bank Dunia (World Bank), Asian Development Bank, dan International Monetary Fund, yang didominasi oleh Amerika dan Jepang. Makanya World Bank sempat menentang pendirian AIIB dengan alasan khawatir akan rendahnya transparansi dalam operasionalnya. Namun, perlahan World Bank menganggap AIIB sebagai rekan potensial.

Dalam kunjungannya ke Cina, Presiden Jokowi menyatakan dukungan pendirian bank ini dan sempat mengajukan keinginannya untuk menempatkan kontor AIIB di Indonesia. Keinginan itu ia sampaikan ketika bertemu dengan Presiden Cina Xi Jinping dalam kunjungan kenegaraan 2014 lalu.

Reporter: Ameidyo Daud

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan