Harga Pangan Naik, Darmin Tengahi Perselisihan Dua Menteri

Penulis: Muchamad Nafi

27/1/2016, 18.31 WIB

Perselisihan Menteri Perdagangan dan Menteri Pertanian dikabarkan dibawa ke rapat terbatas kabinet.

Darmin Nasution
KATADATA | Arief Kamaludin

KATADATA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan akan menjadi penengah perselisihan antara Menteri Perdagangan Thomas Lembong dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Hal ini terkait harga pangan seperti daging sapi dan ayam yang melambung tinggi.

Darmin memaklumi adanya beda pendapat tersebut karena masing-masing kementerian teknis memiliki pandangan dan metode berbeda dalam melihat satu masalah. Namun hal tersebut seharusnya tidak memicu keresahan. “Jangan khawatir, ada Kantor Menko yang menjadi jalan tengah,” kata Darmin ketika ditemui usai rapat kerja Kementerian Perdagangan di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu, 27 Januari 2016.

Menurut dia, instansinya terus memantau pergerakan harga pangan terutama terkait produksi strategis. Pemerintaha juga mengawasi kebutuhan pasar dan distribusi pangan strategis, serta menentukan komoditas yang harus diimpor untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. “Sudah kesepakatan bersama (antarkementerian). Sudah diumumkan berkali-kali berapa yang akan diimpor,” ujar Darmin.

(Baca juga: Akibat Harga Pangan Melambung, BI Meramal Inflasi pada Januari).

Perselisihan ini dimulai saat Amran ditanya soal harga pangan seperti ayam dan daging sapi saat rapat dengan Komisi Pertanian Dewan Perwakilan Rakyat. Amran menyatakan tak nyaman dengan pertanyaan yang tidak terkait dengan kewenangannya. “Pertanyaan ini berulang kali ditanyakan, harga pangan naik yang ditanyakan Kementan,” kata Amran sebagaiaman dikutip detik.com. “Itu adalah tugas pokok dan fungsi Kemendag.”

Merespons pernyataan tersebut, Menteri Lembong lalu menggelar konferensi pers di sela-sela persiapan rapat kerja tahunan Kementerian Perdagangan. Lembong mengatakan naiknya harga-harga bahan pangan merupakan tanggung jawab seluruh anggota kabinet. Dia juga meminta antaranggota kabinet tidak berselisih di depan publik. “Perselisihan pendapat yang ada lebih baik diselesaikan di sidang kabinet dan rapat teknis,” kata Lembong.

(Lihat pula: Jumlah Penduduk Miskin Bertambah akibat Kenaikan Harga Pangan).

Silang pendapat ini dikabarkan sampai membuat Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas hari ini untuk menyelesaikan masalah tersebut. Thomas Lembong yang ditanya Katadata tentang hal tersebut tidak membantah ada rapat dengan Presiden. Namun dia enggan memberi tahu isi pertemuan tersebut, termasuk kemungkinan pembahasan harga pangan. “Saya no comment,” kata Lembong sembari tersenyum kecil sambil memasuki mobil dinasnya.

Reporter: Ameidyo Daud

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN