Lima Tahun Lagi Pertamina Akan Hapus Premium

Penulis: Safrezi Fitra

19/2/2016, 17.19 WIB

Penghapusan Premium baru bisa dilakukan setelah program revitalisasi kilang Pertamina selesai

BBM Subsidi
Arief Kamaludin|KATADATA
Petugas mengisi bahan bakar jenis premium kepada pelanggan di salah satu SPBU di Jakarta. Pertamina mengaku baru bisa menghapus peredaran bensin Premium lima tahun lagi.

KATADATA - PT Pertamina (Persero) menyatakan belum bisa menghapus peredaran bensin dengan angka oktan (Research Octane Number / RON) 88 atau Premium. Perusahaan migas negara ini mengaku baru bisa menghapus peredaran bensin Premium lima tahun lagi.

Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto menyatakan pihaknya sangat mendukung penghapusan Premium. Apalagi karena harganya diatur pemerintah, Pertamina mengalami kerugian hingga Rp 12 triliun sepanjang tahun lalu, dari penjualan bensin jenis ini. (Baca: Pemerintah Cabut Subsidi Premium)

Masalahnya saat ini fasilitas kilang yang dimiliki Pertamina belum mampu sepenuhnya memproduksi bensin dengan kualitas yang lebih tinggi dari Premium. Pertamina harus melakukan revitalisasi kilang-kilangnya terlebih dahulu agar bisa memproduksi bensin dengan kadar oktan yang lebih tinggi seperti Pertamax (RON 92).

"Pertamina akan siap saja jika RDMP kilang-kilang ini selesai. Jadi di tahun 2021 baru bisa Premium dihapus," ujar Dwi kepada Katadata, Jumat (19/2). (Baca: Saudi Aramco Mulai Revitalisasi Kilang Cilacap Akhir 2016)

Saat ini Pertamina sedang melakukan revitalisasi dan moderenisasi empat kilang lamanya lewat program Refining Development Masterplan Program (RDP). Empat kilang tersebut adalah Kilang Cilacap, Kilang Balongan, Kilang Balik Papan dan Kilang Dumai. Pengerjaan program RDMP membutuhkan waktu hingga lima tahun. (Baca: Investor Jepang Batal Danai Pengembangan Kilang Balikpapan)

Pada akhir 2014, saat ramai isu pembubaran Pertamina Energy Trading Limited (Petral), pemerintah sempat meminta Pertamina menghapus penjualan Premium di dalam negeri. Ini merupakan usulan dari Tim Reformasi Tata Kelola Migas yang dipimpin Faisal Basri. Alasannya untuk memperbaiki tata kelola migas dan meningkatkan kualitas BBM di Indonesia.

Pemerintah memberikan waktu dua tahun hingga 2017 kepada Pertamina untuk menjalankan program penghapusan Premium. Saat itu Pertamina menyanggupi target ini. Di tengah perjalanan, Pertamina meminta target waktunya diperpanjang tiga tahun lagi, dengan mengacu target jadwal selesainya program RDMP. (Baca: Pemerintah Akan Terapkan Standar BBM EURO IV pada 2016)

Sembari menunggu kesiapan menghapus Premium, Pertamina memberikan alternatif pilihan bensin lain kepada masyarakat. Alternatif ini adalah Pertalite dengan RON 90 dan harganya pun lebih murah dari Pertamax. Pertalite yang sudah diluncurkan Pertamina sejak Juli tahun lalu ini sudah didistribusikan di 1.931 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina dari Sumatera hingga Papua.

Reporter: Anggita Rezki Amelia

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan