Kinerja Kontraktor Membaik, Lifting Minyak Telah Lewati Target

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Arnold Sirait

8/4/2016, 16.10 WIB

Per 5 April lalu, rata-rata lifting minyak telah mencapai 836 ribu barel per hari (bph). Padahal, target lifting minyak dalam APBN 2016 sebesar 830 ribu bph.

Pengeboran minyak lepas pantai.
KATADATA

Masih rendahnya harga minyak dunia ternyata tidak mengganggu pencapaian produksi siap jual (lifting) minyak bumi di Indonesia. Bahkan, hingga awal April ini, lifting minyak berhasil melampaui target yang sudah ditentukan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) I.G.N. Wiratmaja Puja mengatakan, pada periode Januari hingga 5 April lalu, rata-rata lifting minyak telah mencapai 836 ribu barel per hari (bph). Padahal, target lifting minyak dalam APBN 2016 sebesar 830 ribu bph. “Semoga bisa terus dipertahankan sampai akhir tahun agar lifting bisa terjaga sesuai target,” kata dia dalam diskusi dengan beberapa wartawan di Jakarta, Jumat (8/4).

(Baca: Produksi Minyak Lapangan Bukit Tua Meningkat)

Meski harga minyak mentah dunia sedang rendah, lifting minyak Januari hingga Maret lalu memang terus meningkat. Pada Januari, lifting minyak sudah mencapai 819 ribu bph. Lalu, pada Februari, naik menjadi 840 ribu bph dan Maret menyentuh level 847 ribu bph. Namun, per 5 April lalu, lifting minyak turun menjadi 841 ribu bph.

Tak hanya lifting minyak, lifting gas juga melampaui target yang sudah ditentukan. Dalam APBN 2016, lifting gas hanya ditetapkan 6.470 juta kaki kubik (mmscfd). Sementara realisasi per 5 April lalu bisa mencapai  8.214 mmscfd. (Baca: Pacific Oil and Gas Tunda Produksi Blok Kisaran)

Dibandingkan minyak, lifting gas bergerak berfluktuatif. Pada Januari lalu, lifting gas mencapai 8.210 mmscf. Namun. pada Februari turun menjadi 8.153 mmscfd. Sebulan berselang naik lagi menjadi 8.290 mmscfd, dan per 5 April lalu kembali turun menjadi 8115 mmscfd. Namun, Wiratmaja khawatir lifting gas bisa turun karena produksinya berasal dari lapangan-lapangan yang sudah tua.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga sempat mencatat, beberapa kinerja blok migas yang telah melampaui target. Hal inilah menjadi faktor penopang target lifting minyak ataupun gas bisa terlampaui.

Kepala Bagian Humas SKK Migas Elan Biantoro mengatakan, awal Maret lalu produksi minyak di Blok Cepu sudah mencapai 165 ribu barel per hari (bph). Pencapaian ini lebih cepat dari target awal yang diperkirakan pada April mendatang. Target tersebut dapat tercapai lebih cepat karena reservoiratau kubah penyimpanan minyak di Blok Cepu sudah lebih baik dari sebelumnya. (Baca: SKK Migas Sebut Jokowi Akan Rayakan Puncak Produksi Blok Cepu)

Selain Blok Cepu, memang ada beberapa wilayah kerja minyak yang kinerjanya membaik. Salah satunya adalah Blok Rokan yang dikelola oleh PT Chevron Pacific Indonesia. Rokan memang penyumbang terbesar target lifting minyak bumi tahun ini. Dalam APBN 2015, target liftingdi lapangan Rokan mencapai 247.950 bph.

Lapangan Bukit Tua juga mulai menunjukkan performa baik. Produksi minyak dari lapangan yang merupakan bagian dari Blok Migas Ketapang yang dikelola oleh Petronas Carigali Ketapang II Ltd sebesar 18.500 bph. Jika mengacu dari hasil Work Program and Budget (WP&B), tahun ini Petronas mentargetkan produksi minyak dari lapangan tersebut 18.033 bph. Sementara jika ditinjau dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun ini, lifting minyak dan kondensat di blok Ketapang mencapai 19.140 bph. 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha