Ini Profil Dua Deputi Gubernur Baru Bank Indonesia

Penulis: Desy Setyowati

Editor: Martha Ruth Thertina

Jum'at 2/12/2016, 14.20 WIB

Rosmaya dan Sugeng berhasil meraup mayoritas suara di Komisi Keuangan DPR dan mengalahkan empat calon lainnya.

Bank Indonesia
Arief Kamaludin|KATADATA

Komisi Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akhirnya memilih Sugeng dan Rosmaya Hadi sebagai Deputi Gubernur baru Bank Indonesia (BI). Pemilihan dilakukan melalui pemungutan suara yang digelar Kamis malam (1/11). Sebelumnya, Komisi telah menggelar uji kelayakan dan kepatutan terhadap enam calon yang diusulkan Presiden Joko Widodo.

Yang menarik, Rosmaya menyisihkan calon petahana atau inkumben yaitu Deputi Gubernur Bidang Logistik, Pengamanan Aset, Ekonomi Syariah dan Kawasan Regional Hendar. Selain Hendar, Rosmaya yang menjabat Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Jawa Barat itu mengungguli calon lainnya yaitu Direktur Eksekutif Departemen Regional II Dwi Parnoto.

Sementara itu, Sugeng yang kini menjabat Staf Ahli Gubernur BI Bidang BI Institute terpilih menggantikan Deputi Gubernur Bidang Sistem Pembayaran Ronald Waas. Ia mengungguli dua calon lainnya yaitu Asisten Gubernur Dody Budi Waluyo dan Direktur Eksekutif Kepala Departemen Statistik Hendy Sulistiowati. 

Keputusan Komisi Keuangan (Komisi XI) ini selanjutnya akan dibawa ke Sidang Paripura DPR, pekan depan. Jika disetujui paripurna, maka keduanya tinggal menunggu pelantikan oleh hakim Mahkamah Agung.

Belum terang waktu keduanya harus menjabat, namun Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara pernah mengatakan, calon terpilih bakal menggantikan jabatan deputi gubernur BI yang habis akhir tahun ini. “Pak Ronald dan Pak Hendar akan habis masa jabatan per tanggal 28 Desember 2016,” ucapnya, akhir Oktober lalu. 

Sebagai informasi, Sugeng mengawali karier sebagai asisten ekonom di BI pada 1986. Kemudian dia melanjutkan karir sebagai Staf Gubernur BI pada 1994 dan Kepala Divisi Ekonomi Makro BI pada 2001. Pada 2009, dia juga sempat menjabat sebagai Kepala Biro Kebijakan Moneter BI  menjabat staf ahli Dewan Gubernur dalam pengelolaan BI Institute hingga saat ini.

Saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan, Sugeng menjanjikan empat program strategis dan formulasi terobosan untuk membangun ekonomi. Keempat program itu meliputi pemberdayaan ekonomi rakyat, kemandirian dan kedaulatan bangsa, revitalisasi sistem pembayaran, dan penguatan sumber daya manusia serta penelitian dan pengembangan BI.

(Baca juga: BI: Belanja Besar dan Bunga Rendah Bisa Topang Ekonomi 2017)

Adapun Rosmaya Hadi mengawali karier di bank sentral pada 1985. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran, Deputi Departemen Keuangan Internal, dan Kepala Bagian Penyelesaian Transaksi Rupiah.

Saat uji kelayakan dan kepatutan, Rosmaya menawarkan program BI yang mampu mendorong pembangunan yang tidak semata-mata mengejar pertumbuhan ekonomi, akan tetapi harus membangun manusia Indonesia yang terdidik, tercerdaskan, mandiri dan sejahtera. (Baca juga: Tiga Alasan BI Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2017)

Dia juga ingin meningkatkan peran kantor perwakilan BI di daerah untuk pengendalian inflasi, pembangunan daerah terluar, tertinggal dan termiskin, perluasan peran ekonomi dan syariah, peningkatan kapasitas ekonomi, serta peningkatan inklusi keuangan melalui pemanfaatan teknologi digital.

Sekadar informasi, dalam pemungutan suara Kamis malam (1/11), Sugeng mendapat 52 suara dari total 54 suara anggota Komisi XI. Sedangkan Rosmaya memenangkan 45 suara.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha