Paripurna DPR Tetapkan Dua Deputi Gubernur Bank Indonesia

Penulis: Ameidyo Daud

Editor: Pingit Aria

15/12/2016, 15.07 WIB

Redenominasi rupiah masuk dalam program kerja Deputi Gubernur Bank Indonesia yang baru.

Bank Indonesia
Arief Kamaludin | Katadata

Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) hari ini memilih Sugeng serta Rosmayahadi sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia. Keduanya akan menggantikan Ronald Waas serta Hendar.

Dalam sidang paripurna tersebut, pimpinan DPR yang diwakili Fahri Hamzah serta seluruh anggota DPR yang hadir menyetujui laporan kerja Ketua Komisi XI Acmad Hafizs Thohir tentang hasil pemilihan Deputi Gubernur BI yang baru tersebut. "Kita setujui dan akan diproses sesuai mekanisme lebih lanjut," kata Fahri di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (15/12).

(Baca juga: Ini Profil Dua Deputi Gubernur Baru Bank Indonesia)

Ketua Komisi XI Achmad Hafisz Tohir mengatakan kedua calon Deputi Gubernur BI yakni Sugeng dan Rosmaya Hadi terpilih dengan mekanisme voting tertutup. Hal ini menyusul uji kelayakan yang telah dilakukan sebelumnya pada tanggal 30 November serta 1 Desember lalu.

Untuk diketahui Sugeng terpilih menggantikan Ronald Waas dengan mendapatkan 52 suara anggota Komisi XI. Sementara pesaingnya yakni Dody Budi Waluyo tidak mendapatkan suara. Adapun calon lainnya yakni Hendy Sulistiowati hanya mendapatkan 2 suara.

Sedangkan Rosmaya Hadi yang terpilih dengan 45 suara bahkan mengalahkan calon petahana yakni Hendar yang hanya mendapatkan 5 suara. Adapun calon lainnya yakni Dwi Pranoto juga hanya mendapatkan 3 suara. Dalam voting tersebut juga terdapat satu suara tidak sah. "Kami sepakati dua calon Deputi Gubernur BI tersebut dan berharap sidang paripurna sahkan," kata Tohir. (Baca juga: Terpukul Efek Trump, Cadangan Devisa Susut US$ 3,5 Miliar)

Ditemui Katadata usai sidang paripurna, Sugeng masih enggan membeberkan secara gamblang program-program kerjanya lantaran belum dilantik di Mahkamah Agung (MA). "Masih belum tahu kapan, tapi tunggu setelah pelantikan saja ya," katanya kepada Katadata.

Dia hanya menyebut beberapa yang dipaparkannya dalam uji kepatutan terkait upaya mendorong Layanan Keuangan Digital (LKD), serta memperluas digitalisasi remitensi Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Selai itu, Sugeng juga menyatakan perlunya sosialisasi dalam program redenominasi rupiah. Dirinya mengatakan paling tidak diperlukan waktu dua atau tiga tahun sosialisasi sehingga redenominasi siap untuk dilakukan. "Supaya semua tahu (soal redenominasi) ini, perlu waktu segitu," katanya. (Baca juga: Komisi XI Belum Punya Jagoan Pengganti Ronald Waas di BI)

Reporter: Ameidyo Daud

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan