Semen Indonesia Siap Jual Surat Utang Buat Bangun Pabrik di Rembang

Penulis: Miftah Ardhian

Editor: Yura Syahrul

31/3/2017, 20.35 WIB

Semen Indonesia memutuskan pembagian dividen tahun buku 2016 sebesar Rp 1,81 triliun. Jumlahnya setara 40 persen dari laba bersih tahun lalu.

Semen Indonesia
Katadata | Arief Kamaludin

PT Semen Indonesia Tbk berencana mencari pendanaan baru untuk membiayai investasinya tahun ini. Salah satu sumbernya adalah melalui penerbitan surat utang (obligasi) sebesar Rp 3 triliun yang akan direalisasikan pada semester I ini.

Direktur Utama Semen Indonesia Rizkan Chandra mengatakan, perusahaan menyiapkan belanja modal (Capital Expenditure/Capex) sebesar 20-30 persen dari laba bersih tahun lalu. Selain itu, Semen Indonesia akan menerbitkan obligasi untuk membiayai kelanjutan beberapa proyek strategis tahun ini.

"Sudah lama juga kami tidak menerbitkan obligasi," ujar Rizkan usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Semen Indonesia di Jakarta, Jumat (31/3). 

Secara lebih rinci, Direktur Keuangan Semen Indonesia Darmawan Junaidi mengatakan, sebenarnya penerbitan obligasi ini merupakan bagian skema penawaran umum berkelanjutan (PUB) obligasi selama lima tahun. "Total PUB nanti Rp 8 triliun. Tahap pertama, tahun ini Rp 3 triliun, kami sudah memulai prosesnya," ujarnya.

Semen Indonesia memilih pendanaan lewat penerbitan obligasi karena pasarnya menarik di tengah menurunnya suku bunga. Perusahaan berencana menunjuk Mandiri Sekuritas, Danareksa, dan Bahana Securities sebagai penjamin emisi surat utang tersebut.

Dana yang diperoleh akan digunakan untuk membiayai beberapa proyek. Pertama, menyelesaikan proyek pabrik semen di Rembang. Kebutuhan dana pembangunan pabrik berkapasitas 3 juta ton ini mencapai Rp. 4,98 triliun.

Perkembangan pembangunan pabrik ini hingga 31 Desember 2016 lalu mencapai 98,75 persen. Semen Indonesia telah mengantongi seluruh perizinan untuk operasional pabrik tersebut. Jadi, rencana produksi komersial pada paruh pertama tahun ini dapat berjalan mulus.

Kedua, menyelesaikan proyek pabrik semen Indarung VI di Padang, Sumatera Barat. Pabrik berkapasitas 3 juta ton ini membutuhkandana investasi sebesar Rp. 4,2 triliun. Ketiga, menyelesaikan pembangunan Grinding Plant di Cigading.

Keempat, membangun tambahan packing plant di Maluku Utara dan Bengkulu. Kelima, membangun tambahan fasilitas produksi baru di Aceh dan Kupang dengan kapasitas total 5 juta ton, yang ditargetkan selesai tahun 2021.

Keenam, menyelesaikan pembangunan proyek Waste Heat Recovery Power Generation (WHRPG). Fasilitas di Tuban ini dapat menghasilkan listrik sekitar 30,6 Megawatt (MW) dan mengurangi emisi gas CO2 sebesar 122.358 ton per tahun. Selain itu, dapat menghemat biaya operasional listrik sebesar Rp 120 miliar per tahun.

Ketujuh, menyelesaikan program-program peningkatan fasilitas eksisting untuk mendorong efisiensi produksi dan kinerja perusahaan.

Sementara itu, RUPS Semen Indonesia memutuskan pembagian dividen tahun buku 2016 sebesar Rp 1,81 triliun. Jumlahnya setara 40 persen dari laba bersih tahun lalu yang sebesar Rp 4,52 triliun. Adapun, 60 persen sisa laba atau sebesar Rp 2,71 triliun dialokasikan sebagai laba ditahan.

Rizkan menjelaskan, perolehan laba bersih yang stabil ini sejak dua tahun terakhir. Pada 2016, konsumsi semen domestik di Indonesia tercatat sebesar 62 juta ton atau relatif sama dengan 2015 yang sebesar 61,99 juta ton. Adapun, volume penjualan domestik Semen Indonesia tahun lalu sebesar 25,8 juta ton.

Hasil penjualan tersebut menunjukkan dominasi Semen Indonesia di pasar domestik. Pangsa pasarnya mencapai 41,7 persen. “Angka ini mengkonfirmasi kemampuan perseroan bersaing melalui kekuatan brand dan jaringan distribusi handal serta memiliki utilisasi operasi sebesar 89 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri sebesar 65 persen," ujar Rizkan.

Semen Indonesia juga mencatat kesuksesan dalam ekspansinya ke luar negeri. Penjualan di kawasan regional naik 25 persen dari 2,6 juta ton pada tahun 2015 menjadi 3,3 juta ton pada 2016. Porsi penjualan regonal Semen Indonesia pun meningkat dari 9 persen menjadi 11 persen.

Di luar bisnis intinya, Semen Indonesia juga mencatatkan kinerja yang baik. Pendapatan bisnis beton melonjak 109 persen menjadi Rp 1,09 triliun. Selain itu, dalam bisnis distribusi dan logistik, perusahaan mencatatkan pendapatan sebesar Rp 800 miliar.

 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN