Pemerintah Siapkan Wisata Kapal Pesiar Bali-Labuan Bajo

Penulis: Miftah Ardhian

Editor: Safrezi Fitra

5/4/2017, 20.04 WIB

Wisata kapal pesiar ini dibuka utamanya untuk memanfaatkan momentum pertemuan tahunan IMF-World Bank di Bali tahun depan

Kapal Pesiar
ANTARA FOTO | Didik Suhartono

Pemerintah berencana membuka wisata kapal pesiar (cruise) dari Bali ke Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Program wisata ini disiapkan, khususnya untuk memanfaatkan momentum pertemuan International Monetary Fund (IMF) dan World Bank (WB) Annual Meeting 2018, yang akan diselenggarakan di Bali.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) A. Tonny Budiono mengatakan hal ini dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. Rapat ini membicarakan teknis persiapan program wisata kapal pesiar tersebut.

"Jadi asalnya dari Bali menuju Labuan Bajo. Bali itu dari Tanjung Benoa. Karena kami memang mau mengembangkan pariwisata," ujar Tonny saat ditemui usai rapat di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Rabu (5/4). (Baca: Pertemuan IMF-World Bank, Pemerintah Sulap Hotel Jadi Kantor)

Namun, ada beberapa kendala yang dihadapi dalam mengimplementasikan rencana ini. Tony menjelaskan kapal pesiar ini masih belum bisa bersandar di Pelabuhan Laabuan Bajo. Pasalnya, pelabuhan tersebut hanya bisa menampung kapal yang besarnya di bawah 110 meter.

Untuk mengatasi hal ini, pemerintah akan mendorong pihak PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dan PT Pelindo III (Persero) bekerjasama mengembangkan pelabuhan tersebut agar menjadi marina. Pelabuhan marina memiliki dermaga khusus untuk kapal pesiar.

"Sekarang kapal sudah ada lebih dari 10 kapal cruise tetapi tidak bisa bersandar. Jadi, ke daerah wisata masih pakai kapal kecil-kecil itu," ujar Tonny. (Baca: Dukung Pemerintah Genjot Pariwisata, Pelni Siapkan Kapal Pesiar)

Dia mengatakan 10 unit kapal pesiar ini berasal dari luar negeri, tanpa menyebutkan asal negara dan perusahaannya. Tonny juga belum bisa memastikan berapa banyak kapal pesiar yang bersedia terlibat dalam program wisata Bali-Labuan Bajo. Terutama saat menyambut pertemuan IMF-World Bank 2018.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sempat mengatakan Gubernur NTT akan segera menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan satu korporasi besar. MoU ini terkait penyediaan cruise untuk wisata yang direncanakan pemerintah oleh Pacific Eden Cruise Ship. 

"Cruise-nya satu bisa menampung 1.200 orang loh. Labuan Bajo akan kami buat terminal untuk marina," ujar Budi. 

Pengembangan sektor pariwisata menjadi misi Luhut dalam memimpin kepanitian pertemuan IMF-World Bank 2018. Luhut ingin mendorong pariwisata dengan memanfaatkan momen tersebut. "Jadi, bagaimana saya memanfaatkan 18 ribu orang yang hadir itu supaya bisa pergi jadi turis di Indonesia," ujar Luhut.

Selain itu, Luhut juga akan memanfaatkan momentum tersebut untuk meningkatkan investasi di Indonesia. "Bagaimana saya bisa manfaatkan CEO (bos perusahaan) yang hebat-hebat itu supaya mereka investasi di Indonesia." (Baca: Dua Misi Luhut Jadi Ketua Panitia Pertemuan IMF-World Bank)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha