BKPM: Sektor Maritim Bakal Dominasi Investasi Nasional

Penulis: Miftah Ardhian

Editor: Pingit Aria

10/4/2017, 15.58 WIB

Pemerintah akan berupaya menjaga keberlanjutan sektor migas karena nilainya yang besar terhadap total investasi nasional.

BKPM Lembong
Katadata | Arief Kamaludin
Kepala BKPM Tom Lembong

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong menyatakan bahwa sektor-sektor usaha di bidang kemaritiman bakal mendominasi investasi Indonesia. Untuk itu, Lembong akan memperkuat koordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman.

Lembong menuturkan, investasi di sektor minyak dan gas (migas) dan kelistrikan saja bisa menyumbang 25-40 persen total investasi nasional. Jumlah tersebut belum termasuk investasi di sektor pariwisata dan perhubungan.

"Jadi memang dari totalitas investasi nasional, portofolio maritim bisa mencapai 50 persen. Jadi perlu koordinasi erat antara BKPM dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman," ujarnya di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Senin (10/4).

(Baca juga:  Kepala BKPM Ajak Investor Percaya Jokowi dan Sri Mulyani Soal Pajak)

Lembong menyatakan, dirinya menaruh perhatian khusus pada investasi di sektor minyak dan gas bumi (migas). Alasannya, dari total target investasi sebesar Rp 678 triliun tahun ini, Rp 100 triliun di antaranya diproyeksikan berasal dari sektor migas.

"Jadi kami harus memberikan perhatian khusus untuk menjaga kelangsungan proyek investasi di (sektor) migas," ujar Lembong.

Grafik: Penawaran dan Peminat Lelang Blok Migas 2009-2017
Penawaran dan Peminat Lelang Blok Migas 2009-2017

Ia menjelaskan, pemerintah bersama BKPM akan terus berupaya menarik investasi baru di sektor migas ke Indonesia. Namun, mempertahankan dan menjaga yang sudah ada juga tidak kalah penting. Sebab, jika ada yang batal, dampaknya akan buruk bagi realisasi investasi.

(Baca juga: Gonta-Ganti Menteri ESDM Turut Pengaruhi Investasi Hulu Migas)

Kemudian, di sektor ESDM lainnya yakni pertambangan, pemerintah juga akan terus memberikan perhatian serius. Lembong mengatakan, pemerintah akan terus mengejar investasi di pembangunan smelter, karena memberikan nilai tambah yang cukup besar.  

"Seperti dilaporkan Pak Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Pak Menteri Perindustrian sebelumnya, kita ini sudah top tiga di dunia produsen stainless steel atau baja tahan karat, itu berkat investasi di sektor smelter," ujar Lembong.

Sebagai informasi, berdasarkan data BKPM, investasi sektor energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) 2012-2016 di luar kegiatan hulu migas mencapai Rp 490 triliun atau 21 persen dari total realisasi investasi di periode tersebut. Realisasi investasi di sektor ESDM disumbang dari sektor ketenagalistrikan sebesar Rp 229,4 triliun, sektor pertambangan batubara Rp 71,4 triliun, sektor pertambangan logam mulia Rp 67,4 triliun, pertambangan logam lainnya selain besi Rp 38,8 triliun, jasa pertambangan migas Rp 21,3 triliun, dan sektor ESDM lainnya Rp 61,7 triliun.

(Baca juga:  Tingkatkan Investasi, Jokowi Minta Kota Batam Benahi Perizinan)

Pada tahun 2016 sendiri, realisasi investasi di sektor ESDM mencapai Rp 347,8 triliun atau setara dengan US$ 26,76 miliar. Sementara itu, target investasi sektor ESDM tahun 2017 sekitar US$ 43 miliar, dengan kontribusi terbesar dari sektor migas sekitar US$ 22 miliar.

Reporter: Miftah Ardhian

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha